Babinsa Bersama Aparat Desa Dukung Konsep Pertanian Berkelanjutan di Sukawati

  

Gianyar – Sukawati, Sabtu (31/1/2026) Sebagai wujud dukungan terhadap pengembangan sektor pertanian dan peningkatan kapasitas masyarakat desa, Babinsa Desa Batubulan Koramil 1616-05/Sukawati Koptu I Kadek Sudarmayasa bersama Bhabinkamtibmas Desa Batubulan Aiptu I Wayan Semadiyasa menghadiri undangan Workshop Pertanian Berkelanjutan yang diselenggarakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta di Puspa Aman, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.

Workshop ini merupakan bagian dari pelaksanaan program KKN UNS Surakarta sebagaimana tertuang dalam surat nomor K.045/Pan.KKN/UNMAS/III/2025 tentang pelaksanaan kegiatan KKN di Desa Batubulan. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman dan wawasan kepada masyarakat terkait konsep pertanian berlanjut berkelanjutan tanpa batas, yakni sistem pertanian yang tidak hanya berorientasi pada hasil panen saat ini, tetapi juga menjamin keberlanjutan sumber daya alam, kesejahteraan petani, serta ketahanan pangan bagi generasi mendatang.

Dalam paparannya, mahasiswa KKN UNS menjelaskan bahwa pertanian berkelanjutan mengedepankan beberapa konsep dasar, antara lain pelestarian lingkungan, efisiensi pemanfaatan sumber daya alam, serta keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan ekologi. Dengan prinsip tersebut, pertanian diharapkan tidak berhenti pada satu musim tanam saja, namun dapat terus berlanjut tanpa merusak alam.

Adapun prinsip utama pertanian berkelanjutan meliputi penerapan sistem ramah lingkungan dengan mengurangi penggunaan bahan kimia berlebihan dan menjaga kesuburan tanah, pemanfaatan sumber daya lokal seperti bibit lokal, pupuk organik, dan kearifan lokal, efisiensi penggunaan air dan lahan melalui sistem irigasi hemat air, serta keberlanjutan sosial dengan memberdayakan petani dan masyarakat sekitar.

Lebih lanjut disampaikan pula penerapan pertanian berkelanjutan di tingkat desa, di antaranya melalui rotasi tanaman pangan dan hortikultura, pemanfaatan limbah organik menjadi kompos, pengembangan kebun desa dan taman edukasi, serta edukasi pertanian kepada generasi muda melalui kegiatan KKN dan sekolah.

Manfaat dari penerapan pertanian berkelanjutan antara lain menjaga kesuburan tanah dan kualitas lingkungan, meningkatkan hasil pertanian jangka panjang, mengurangi biaya produksi petani, mendukung ketahanan pangan desa, serta mewujudkan desa yang hijau, bersih, dan mandiri.

Kegiatan workshop ini turut dihadiri oleh Perbekel Desa Batubulan Dewa Gede Sumertha, S.H., M.H. beserta perangkat desa, Ketua LPM Desa Batubulan Wayan Metra, para Pekaseh se-Desa Batubulan, sekitar 40 orang mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret Surakarta, serta unsur terkait lainnya.

 

(Pendim 1616/Gianyar)

Edukasi Pertanian Berlanjut Tanpa Batas, Babinsa Batubulan Apresiasi Inisiatif Mahasiswa KKN

  

Gianyar – Sukawati, Sabtu (31/1/2026) Sebagai wujud dukungan terhadap pengembangan sektor pertanian dan peningkatan kapasitas masyarakat desa, Babinsa Desa Batubulan Koramil 1616-05/Sukawati Koptu I Kadek Sudarmayasa bersama Bhabinkamtibmas Desa Batubulan Aiptu I Wayan Semadiyasa menghadiri undangan Workshop Pertanian Berkelanjutan yang diselenggarakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta di Puspa Aman, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.

Workshop ini merupakan bagian dari pelaksanaan program KKN UNS Surakarta sebagaimana tertuang dalam surat nomor K.045/Pan.KKN/UNMAS/III/2025 tentang pelaksanaan kegiatan KKN di Desa Batubulan. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman dan wawasan kepada masyarakat terkait konsep pertanian berlanjut berkelanjutan tanpa batas, yakni sistem pertanian yang tidak hanya berorientasi pada hasil panen saat ini, tetapi juga menjamin keberlanjutan sumber daya alam, kesejahteraan petani, serta ketahanan pangan bagi generasi mendatang.

Dalam paparannya, mahasiswa KKN UNS menjelaskan bahwa pertanian berkelanjutan mengedepankan beberapa konsep dasar, antara lain pelestarian lingkungan, efisiensi pemanfaatan sumber daya alam, serta keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan ekologi. Dengan prinsip tersebut, pertanian diharapkan tidak berhenti pada satu musim tanam saja, namun dapat terus berlanjut tanpa merusak alam.

Adapun prinsip utama pertanian berkelanjutan meliputi penerapan sistem ramah lingkungan dengan mengurangi penggunaan bahan kimia berlebihan dan menjaga kesuburan tanah, pemanfaatan sumber daya lokal seperti bibit lokal, pupuk organik, dan kearifan lokal, efisiensi penggunaan air dan lahan melalui sistem irigasi hemat air, serta keberlanjutan sosial dengan memberdayakan petani dan masyarakat sekitar.

Lebih lanjut disampaikan pula penerapan pertanian berkelanjutan di tingkat desa, di antaranya melalui rotasi tanaman pangan dan hortikultura, pemanfaatan limbah organik menjadi kompos, pengembangan kebun desa dan taman edukasi, serta edukasi pertanian kepada generasi muda melalui kegiatan KKN dan sekolah.

Manfaat dari penerapan pertanian berkelanjutan antara lain menjaga kesuburan tanah dan kualitas lingkungan, meningkatkan hasil pertanian jangka panjang, mengurangi biaya produksi petani, mendukung ketahanan pangan desa, serta mewujudkan desa yang hijau, bersih, dan mandiri.

Kegiatan workshop ini turut dihadiri oleh Perbekel Desa Batubulan Dewa Gede Sumertha, S.H., M.H. beserta perangkat desa, Ketua LPM Desa Batubulan Wayan Metra, para Pekaseh se-Desa Batubulan, sekitar 40 orang mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret Surakarta, serta unsur terkait lainnya.

 

(Pendim 1616/Gianyar)

Babinsa Batubulan Hadir di Workshop Pertanian Berkelanjutan, Wujud Dukungan Ketahanan Pangan Desa

  

Gianyar – Sukawati, Sabtu (31/1/2026) Sebagai wujud dukungan terhadap pengembangan sektor pertanian dan peningkatan kapasitas masyarakat desa, Babinsa Desa Batubulan Koramil 1616-05/Sukawati Koptu I Kadek Sudarmayasa bersama Bhabinkamtibmas Desa Batubulan Aiptu I Wayan Semadiyasa menghadiri undangan Workshop Pertanian Berkelanjutan yang diselenggarakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta di Puspa Aman, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.

Workshop ini merupakan bagian dari pelaksanaan program KKN UNS Surakarta sebagaimana tertuang dalam surat nomor K.045/Pan.KKN/UNMAS/III/2025 tentang pelaksanaan kegiatan KKN di Desa Batubulan. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman dan wawasan kepada masyarakat terkait konsep pertanian berlanjut berkelanjutan tanpa batas, yakni sistem pertanian yang tidak hanya berorientasi pada hasil panen saat ini, tetapi juga menjamin keberlanjutan sumber daya alam, kesejahteraan petani, serta ketahanan pangan bagi generasi mendatang.

Dalam paparannya, mahasiswa KKN UNS menjelaskan bahwa pertanian berkelanjutan mengedepankan beberapa konsep dasar, antara lain pelestarian lingkungan, efisiensi pemanfaatan sumber daya alam, serta keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan ekologi. Dengan prinsip tersebut, pertanian diharapkan tidak berhenti pada satu musim tanam saja, namun dapat terus berlanjut tanpa merusak alam.

Adapun prinsip utama pertanian berkelanjutan meliputi penerapan sistem ramah lingkungan dengan mengurangi penggunaan bahan kimia berlebihan dan menjaga kesuburan tanah, pemanfaatan sumber daya lokal seperti bibit lokal, pupuk organik, dan kearifan lokal, efisiensi penggunaan air dan lahan melalui sistem irigasi hemat air, serta keberlanjutan sosial dengan memberdayakan petani dan masyarakat sekitar.

Lebih lanjut disampaikan pula penerapan pertanian berkelanjutan di tingkat desa, di antaranya melalui rotasi tanaman pangan dan hortikultura, pemanfaatan limbah organik menjadi kompos, pengembangan kebun desa dan taman edukasi, serta edukasi pertanian kepada generasi muda melalui kegiatan KKN dan sekolah.

Manfaat dari penerapan pertanian berkelanjutan antara lain menjaga kesuburan tanah dan kualitas lingkungan, meningkatkan hasil pertanian jangka panjang, mengurangi biaya produksi petani, mendukung ketahanan pangan desa, serta mewujudkan desa yang hijau, bersih, dan mandiri.

Kegiatan workshop ini turut dihadiri oleh Perbekel Desa Batubulan Dewa Gede Sumertha, S.H., M.H. beserta perangkat desa, Ketua LPM Desa Batubulan Wayan Metra, para Pekaseh se-Desa Batubulan, sekitar 40 orang mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret Surakarta, serta unsur terkait lainnya.

 

(Pendim 1616/Gianyar)

Sinergi Babinsa dan Mahasiswa KKN UNS, Dorong Pertanian Ramah Lingkungan di Batubulan

  

Gianyar – Sukawati, Sabtu (31/1/2026) Sebagai wujud dukungan terhadap pengembangan sektor pertanian dan peningkatan kapasitas masyarakat desa, Babinsa Desa Batubulan Koramil 1616-05/Sukawati Koptu I Kadek Sudarmayasa bersama Bhabinkamtibmas Desa Batubulan Aiptu I Wayan Semadiyasa menghadiri undangan Workshop Pertanian Berkelanjutan yang diselenggarakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta di Puspa Aman, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.

Workshop ini merupakan bagian dari pelaksanaan program KKN UNS Surakarta sebagaimana tertuang dalam surat nomor K.045/Pan.KKN/UNMAS/III/2025 tentang pelaksanaan kegiatan KKN di Desa Batubulan. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman dan wawasan kepada masyarakat terkait konsep pertanian berlanjut berkelanjutan tanpa batas, yakni sistem pertanian yang tidak hanya berorientasi pada hasil panen saat ini, tetapi juga menjamin keberlanjutan sumber daya alam, kesejahteraan petani, serta ketahanan pangan bagi generasi mendatang.

Dalam paparannya, mahasiswa KKN UNS menjelaskan bahwa pertanian berkelanjutan mengedepankan beberapa konsep dasar, antara lain pelestarian lingkungan, efisiensi pemanfaatan sumber daya alam, serta keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan ekologi. Dengan prinsip tersebut, pertanian diharapkan tidak berhenti pada satu musim tanam saja, namun dapat terus berlanjut tanpa merusak alam.

Adapun prinsip utama pertanian berkelanjutan meliputi penerapan sistem ramah lingkungan dengan mengurangi penggunaan bahan kimia berlebihan dan menjaga kesuburan tanah, pemanfaatan sumber daya lokal seperti bibit lokal, pupuk organik, dan kearifan lokal, efisiensi penggunaan air dan lahan melalui sistem irigasi hemat air, serta keberlanjutan sosial dengan memberdayakan petani dan masyarakat sekitar.

Lebih lanjut disampaikan pula penerapan pertanian berkelanjutan di tingkat desa, di antaranya melalui rotasi tanaman pangan dan hortikultura, pemanfaatan limbah organik menjadi kompos, pengembangan kebun desa dan taman edukasi, serta edukasi pertanian kepada generasi muda melalui kegiatan KKN dan sekolah.

Manfaat dari penerapan pertanian berkelanjutan antara lain menjaga kesuburan tanah dan kualitas lingkungan, meningkatkan hasil pertanian jangka panjang, mengurangi biaya produksi petani, mendukung ketahanan pangan desa, serta mewujudkan desa yang hijau, bersih, dan mandiri.

Kegiatan workshop ini turut dihadiri oleh Perbekel Desa Batubulan Dewa Gede Sumertha, S.H., M.H. beserta perangkat desa, Ketua LPM Desa Batubulan Wayan Metra, para Pekaseh se-Desa Batubulan, sekitar 40 orang mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret Surakarta, serta unsur terkait lainnya.

 

(Pendim 1616/Gianyar)

Babinsa Batubulan Dukung Pertanian Berkelanjutan, Hadiri Workshop KKN UNS Surakarta

  

Gianyar – Sukawati, Sabtu (31/1/2026) Sebagai wujud dukungan terhadap pengembangan sektor pertanian dan peningkatan kapasitas masyarakat desa, Babinsa Desa Batubulan Koramil 1616-05/Sukawati Koptu I Kadek Sudarmayasa bersama Bhabinkamtibmas Desa Batubulan Aiptu I Wayan Semadiyasa menghadiri undangan Workshop Pertanian Berkelanjutan yang diselenggarakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta di Puspa Aman, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.

Workshop ini merupakan bagian dari pelaksanaan program KKN UNS Surakarta sebagaimana tertuang dalam surat nomor K.045/Pan.KKN/UNMAS/III/2025 tentang pelaksanaan kegiatan KKN di Desa Batubulan. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman dan wawasan kepada masyarakat terkait konsep pertanian berlanjut berkelanjutan tanpa batas, yakni sistem pertanian yang tidak hanya berorientasi pada hasil panen saat ini, tetapi juga menjamin keberlanjutan sumber daya alam, kesejahteraan petani, serta ketahanan pangan bagi generasi mendatang.

Dalam paparannya, mahasiswa KKN UNS menjelaskan bahwa pertanian berkelanjutan mengedepankan beberapa konsep dasar, antara lain pelestarian lingkungan, efisiensi pemanfaatan sumber daya alam, serta keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan ekologi. Dengan prinsip tersebut, pertanian diharapkan tidak berhenti pada satu musim tanam saja, namun dapat terus berlanjut tanpa merusak alam.

Adapun prinsip utama pertanian berkelanjutan meliputi penerapan sistem ramah lingkungan dengan mengurangi penggunaan bahan kimia berlebihan dan menjaga kesuburan tanah, pemanfaatan sumber daya lokal seperti bibit lokal, pupuk organik, dan kearifan lokal, efisiensi penggunaan air dan lahan melalui sistem irigasi hemat air, serta keberlanjutan sosial dengan memberdayakan petani dan masyarakat sekitar.

Lebih lanjut disampaikan pula penerapan pertanian berkelanjutan di tingkat desa, di antaranya melalui rotasi tanaman pangan dan hortikultura, pemanfaatan limbah organik menjadi kompos, pengembangan kebun desa dan taman edukasi, serta edukasi pertanian kepada generasi muda melalui kegiatan KKN dan sekolah.

Manfaat dari penerapan pertanian berkelanjutan antara lain menjaga kesuburan tanah dan kualitas lingkungan, meningkatkan hasil pertanian jangka panjang, mengurangi biaya produksi petani, mendukung ketahanan pangan desa, serta mewujudkan desa yang hijau, bersih, dan mandiri.

Kegiatan workshop ini turut dihadiri oleh Perbekel Desa Batubulan Dewa Gede Sumertha, S.H., M.H. beserta perangkat desa, Ketua LPM Desa Batubulan Wayan Metra, para Pekaseh se-Desa Batubulan, sekitar 40 orang mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret Surakarta, serta unsur terkait lainnya.

 

(Pendim 1616/Gianyar)

Babinsa Hadir Kawal Tradisi Upacara Pelebon di Desa Adat Pengosekan yang Berjalan Kondusif

  

Gianyar – Ubud, Sabtu (31/1/2026)

Sebagai bentuk kepedulian dan komitmen dalam menjaga kelancaran serta keamanan kegiatan adat dan keagamaan di wilayah binaan, Babinsa Desa Mas Koramil 1616-02/Ubud Sertu Made Surita bersama Bhabinkamtibmas Desa Mas Aiptu Made Karuna serta Pecalang Desa Adat Pengosekan melaksanakan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas dalam rangka Upacara Pelebon (Ngaben) almarhumah Jero Mangku Ni Nyoman Jenek (85 tahun), Jero Mangku Istri Pura Puseh dan Desa, warga Desa Adat Pengosekan, Banjar Pengosekan Kelod, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, yang meninggal dunia karena sakit.

Rangkaian kegiatan upacara diawali dengan prosesi Melaspas terhadap sarana dan prasarana upakara berupa Bade, Singa, serta sarana pendukung lainnya. Selanjutnya dilaksanakan upacara pecaruan Galang Kangin Pemargi Layon ke Setra sebagai bagian dari rangkaian ritual adat sebelum pemberangkatan jenazah.

Setelah seluruh rangkaian prosesi adat di rumah duka selesai, jenazah almarhumah diberangkatkan dari rumah duka yang berada di Jalan Raya Pengosekan menuju Kuburan Desa Adat Pengosekan, dengan diusung oleh warga banjar setempat. Setibanya di setra, rangkaian upacara dilanjutkan dengan prosesi kremasi/pembakaran jenazah, dan selanjutnya dilaksanakan prosesi nganyut atau pelarungan abu jenazah di Pantai Lembeng, Kecamatan Sukawati.

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa Desa Mas bersama Bhabinkamtibmas dan Pecalang Desa Adat Pengosekan hadir di tengah-tengah masyarakat untuk melaksanakan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas di sepanjang jalur prosesi dari rumah duka menuju setra dengan jarak kurang lebih 700 meter. Pengaturan lalu lintas dilakukan dengan menerapkan SOP CB-1 (sistem buka-tutup arus) secara prioritas guna menjamin kelancaran prosesi adat sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan lainnya.

Selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif, berkat sinergi yang solid antara aparat kewilayahan, Pecalang, panitia adat, serta partisipasi aktif masyarakat.

 

(Pendim 1616/Gianyar)

Babinsa Mas Terapkan CB-1, Arus Lalin Lancar Saat Prosesi Pelebon di Pengosekan

  

Gianyar – Ubud, Sabtu (31/1/2026)

Sebagai bentuk kepedulian dan komitmen dalam menjaga kelancaran serta keamanan kegiatan adat dan keagamaan di wilayah binaan, Babinsa Desa Mas Koramil 1616-02/Ubud Sertu Made Surita bersama Bhabinkamtibmas Desa Mas Aiptu Made Karuna serta Pecalang Desa Adat Pengosekan melaksanakan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas dalam rangka Upacara Pelebon (Ngaben) almarhumah Jero Mangku Ni Nyoman Jenek (85 tahun), Jero Mangku Istri Pura Puseh dan Desa, warga Desa Adat Pengosekan, Banjar Pengosekan Kelod, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, yang meninggal dunia karena sakit.

Rangkaian kegiatan upacara diawali dengan prosesi Melaspas terhadap sarana dan prasarana upakara berupa Bade, Singa, serta sarana pendukung lainnya. Selanjutnya dilaksanakan upacara pecaruan Galang Kangin Pemargi Layon ke Setra sebagai bagian dari rangkaian ritual adat sebelum pemberangkatan jenazah.

Setelah seluruh rangkaian prosesi adat di rumah duka selesai, jenazah almarhumah diberangkatkan dari rumah duka yang berada di Jalan Raya Pengosekan menuju Kuburan Desa Adat Pengosekan, dengan diusung oleh warga banjar setempat. Setibanya di setra, rangkaian upacara dilanjutkan dengan prosesi kremasi/pembakaran jenazah, dan selanjutnya dilaksanakan prosesi nganyut atau pelarungan abu jenazah di Pantai Lembeng, Kecamatan Sukawati.

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa Desa Mas bersama Bhabinkamtibmas dan Pecalang Desa Adat Pengosekan hadir di tengah-tengah masyarakat untuk melaksanakan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas di sepanjang jalur prosesi dari rumah duka menuju setra dengan jarak kurang lebih 700 meter. Pengaturan lalu lintas dilakukan dengan menerapkan SOP CB-1 (sistem buka-tutup arus) secara prioritas guna menjamin kelancaran prosesi adat sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan lainnya.

Selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif, berkat sinergi yang solid antara aparat kewilayahan, Pecalang, panitia adat, serta partisipasi aktif masyarakat.

 

(Pendim 1616/Gianyar)

Wujud Kepedulian TNI di Tengah Adat Bali, Babinsa Mas Amankan Upacara Pelebon Jero Mangku

  

Gianyar – Ubud, Sabtu (31/1/2026)

Sebagai bentuk kepedulian dan komitmen dalam menjaga kelancaran serta keamanan kegiatan adat dan keagamaan di wilayah binaan, Babinsa Desa Mas Koramil 1616-02/Ubud Sertu Made Surita bersama Bhabinkamtibmas Desa Mas Aiptu Made Karuna serta Pecalang Desa Adat Pengosekan melaksanakan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas dalam rangka Upacara Pelebon (Ngaben) almarhumah Jero Mangku Ni Nyoman Jenek (85 tahun), Jero Mangku Istri Pura Puseh dan Desa, warga Desa Adat Pengosekan, Banjar Pengosekan Kelod, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, yang meninggal dunia karena sakit.

Rangkaian kegiatan upacara diawali dengan prosesi Melaspas terhadap sarana dan prasarana upakara berupa Bade, Singa, serta sarana pendukung lainnya. Selanjutnya dilaksanakan upacara pecaruan Galang Kangin Pemargi Layon ke Setra sebagai bagian dari rangkaian ritual adat sebelum pemberangkatan jenazah.

Setelah seluruh rangkaian prosesi adat di rumah duka selesai, jenazah almarhumah diberangkatkan dari rumah duka yang berada di Jalan Raya Pengosekan menuju Kuburan Desa Adat Pengosekan, dengan diusung oleh warga banjar setempat. Setibanya di setra, rangkaian upacara dilanjutkan dengan prosesi kremasi/pembakaran jenazah, dan selanjutnya dilaksanakan prosesi nganyut atau pelarungan abu jenazah di Pantai Lembeng, Kecamatan Sukawati.

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa Desa Mas bersama Bhabinkamtibmas dan Pecalang Desa Adat Pengosekan hadir di tengah-tengah masyarakat untuk melaksanakan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas di sepanjang jalur prosesi dari rumah duka menuju setra dengan jarak kurang lebih 700 meter. Pengaturan lalu lintas dilakukan dengan menerapkan SOP CB-1 (sistem buka-tutup arus) secara prioritas guna menjamin kelancaran prosesi adat sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan lainnya.

Selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif, berkat sinergi yang solid antara aparat kewilayahan, Pecalang, panitia adat, serta partisipasi aktif masyarakat.

 

(Pendim 1616/Gianyar)

Sinergi Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Pecalang Amankan Prosesi Ngaben di Ubud

  

Gianyar – Ubud, Sabtu (31/1/2026)

Sebagai bentuk kepedulian dan komitmen dalam menjaga kelancaran serta keamanan kegiatan adat dan keagamaan di wilayah binaan, Babinsa Desa Mas Koramil 1616-02/Ubud Sertu Made Surita bersama Bhabinkamtibmas Desa Mas Aiptu Made Karuna serta Pecalang Desa Adat Pengosekan melaksanakan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas dalam rangka Upacara Pelebon (Ngaben) almarhumah Jero Mangku Ni Nyoman Jenek (85 tahun), Jero Mangku Istri Pura Puseh dan Desa, warga Desa Adat Pengosekan, Banjar Pengosekan Kelod, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, yang meninggal dunia karena sakit.

Rangkaian kegiatan upacara diawali dengan prosesi Melaspas terhadap sarana dan prasarana upakara berupa Bade, Singa, serta sarana pendukung lainnya. Selanjutnya dilaksanakan upacara pecaruan Galang Kangin Pemargi Layon ke Setra sebagai bagian dari rangkaian ritual adat sebelum pemberangkatan jenazah.

Setelah seluruh rangkaian prosesi adat di rumah duka selesai, jenazah almarhumah diberangkatkan dari rumah duka yang berada di Jalan Raya Pengosekan menuju Kuburan Desa Adat Pengosekan, dengan diusung oleh warga banjar setempat. Setibanya di setra, rangkaian upacara dilanjutkan dengan prosesi kremasi/pembakaran jenazah, dan selanjutnya dilaksanakan prosesi nganyut atau pelarungan abu jenazah di Pantai Lembeng, Kecamatan Sukawati.

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa Desa Mas bersama Bhabinkamtibmas dan Pecalang Desa Adat Pengosekan hadir di tengah-tengah masyarakat untuk melaksanakan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas di sepanjang jalur prosesi dari rumah duka menuju setra dengan jarak kurang lebih 700 meter. Pengaturan lalu lintas dilakukan dengan menerapkan SOP CB-1 (sistem buka-tutup arus) secara prioritas guna menjamin kelancaran prosesi adat sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan lainnya.

Selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif, berkat sinergi yang solid antara aparat kewilayahan, Pecalang, panitia adat, serta partisipasi aktif masyarakat.

 

(Pendim 1616/Gianyar)

Babinsa Mas Kawal Upacara Pelebon di Pengosekan, Prosesi Adat Berjalan Aman dan Khidmat

  

Gianyar – Ubud, Sabtu (31/1/2026)

Sebagai bentuk kepedulian dan komitmen dalam menjaga kelancaran serta keamanan kegiatan adat dan keagamaan di wilayah binaan, Babinsa Desa Mas Koramil 1616-02/Ubud Sertu Made Surita bersama Bhabinkamtibmas Desa Mas Aiptu Made Karuna serta Pecalang Desa Adat Pengosekan melaksanakan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas dalam rangka Upacara Pelebon (Ngaben) almarhumah Jero Mangku Ni Nyoman Jenek (85 tahun), Jero Mangku Istri Pura Puseh dan Desa, warga Desa Adat Pengosekan, Banjar Pengosekan Kelod, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, yang meninggal dunia karena sakit.

Rangkaian kegiatan upacara diawali dengan prosesi Melaspas terhadap sarana dan prasarana upakara berupa Bade, Singa, serta sarana pendukung lainnya. Selanjutnya dilaksanakan upacara pecaruan Galang Kangin Pemargi Layon ke Setra sebagai bagian dari rangkaian ritual adat sebelum pemberangkatan jenazah.

Setelah seluruh rangkaian prosesi adat di rumah duka selesai, jenazah almarhumah diberangkatkan dari rumah duka yang berada di Jalan Raya Pengosekan menuju Kuburan Desa Adat Pengosekan, dengan diusung oleh warga banjar setempat. Setibanya di setra, rangkaian upacara dilanjutkan dengan prosesi kremasi/pembakaran jenazah, dan selanjutnya dilaksanakan prosesi nganyut atau pelarungan abu jenazah di Pantai Lembeng, Kecamatan Sukawati.

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa Desa Mas bersama Bhabinkamtibmas dan Pecalang Desa Adat Pengosekan hadir di tengah-tengah masyarakat untuk melaksanakan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas di sepanjang jalur prosesi dari rumah duka menuju setra dengan jarak kurang lebih 700 meter. Pengaturan lalu lintas dilakukan dengan menerapkan SOP CB-1 (sistem buka-tutup arus) secara prioritas guna menjamin kelancaran prosesi adat sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan lainnya.

Selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif, berkat sinergi yang solid antara aparat kewilayahan, Pecalang, panitia adat, serta partisipasi aktif masyarakat.

 

(Pendim 1616/Gianyar)

Gotong Royong Antisipasi Cuaca Ekstrem, Babinsa Bukian Pastikan Jalan Aman dan Lancar

  

Gianyar – Payangan, Sabtu (31/1/2026) Sebagai langkah antisipatif menghadapi cuaca ekstrem yang kerap terjadi belakangan ini, Babinsa Desa Bukian Koramil 1616-07/Payangan Serda I Kadek Sudiksa bersama Bhabinkamtibmas Desa Bukian Aiptu I Made Wijana, serta Dinas PUPR Kabupaten Gianyar, melaksanakan kegiatan pemotongan dahan pohon leci yang berada di tepi jalan dan melintasi rumah warga di Banjar Tiyingan, Desa Bukian, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar.

Pemotongan dahan pohon tersebut dilakukan karena kondisi pohon yang sudah sangat lebat serta berada dekat dengan badan jalan dan pemukiman warga. Ditambah dengan intensitas hujan yang cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir, warga merasa khawatir pohon tersebut berpotensi tumbang atau roboh yang dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan maupun masyarakat sekitar.

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa bersama staf desa, Kelihan Dinas Banjar Tiyingan, personel PUPR Kabupaten Gianyar, serta warga setempat bahu-membahu melaksanakan pemotongan dahan pohon. Selain itu, Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga turut mengatur dan mengamankan arus lalu lintas agar tetap lancar selama proses pemotongan berlangsung.

Usai pemotongan, seluruh unsur yang terlibat bersama warga melakukan pembersihan dahan dan ranting hasil pemangkasan sehingga jalan kembali bersih, aman, dan nyaman untuk dilalui.

Babinsa Desa Bukian Serda I Kadek Sudiksa menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan upaya preventif aparat kewilayahan dalam meminimalkan risiko bencana akibat cuaca ekstrem. “Melalui kerja sama dan gotong royong, kami berharap potensi bahaya dapat dicegah sedini mungkin demi keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar, berkat sinergi antara aparat kewilayahan, instansi terkait, serta partisipasi aktif masyarakat.

 

(Pendim 1616/Gianyar)

Cegah Risiko Bencana Saat Musim Hujan, Babinsa Bukian Laksanakan Pemangkasan Pohon Tepi Jalan

  

Gianyar – Payangan, Sabtu (31/1/2026) Sebagai langkah antisipatif menghadapi cuaca ekstrem yang kerap terjadi belakangan ini, Babinsa Desa Bukian Koramil 1616-07/Payangan Serda I Kadek Sudiksa bersama Bhabinkamtibmas Desa Bukian Aiptu I Made Wijana, serta Dinas PUPR Kabupaten Gianyar, melaksanakan kegiatan pemotongan dahan pohon leci yang berada di tepi jalan dan melintasi rumah warga di Banjar Tiyingan, Desa Bukian, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar.

Pemotongan dahan pohon tersebut dilakukan karena kondisi pohon yang sudah sangat lebat serta berada dekat dengan badan jalan dan pemukiman warga. Ditambah dengan intensitas hujan yang cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir, warga merasa khawatir pohon tersebut berpotensi tumbang atau roboh yang dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan maupun masyarakat sekitar.

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa bersama staf desa, Kelihan Dinas Banjar Tiyingan, personel PUPR Kabupaten Gianyar, serta warga setempat bahu-membahu melaksanakan pemotongan dahan pohon. Selain itu, Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga turut mengatur dan mengamankan arus lalu lintas agar tetap lancar selama proses pemotongan berlangsung.

Usai pemotongan, seluruh unsur yang terlibat bersama warga melakukan pembersihan dahan dan ranting hasil pemangkasan sehingga jalan kembali bersih, aman, dan nyaman untuk dilalui.

Babinsa Desa Bukian Serda I Kadek Sudiksa menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan upaya preventif aparat kewilayahan dalam meminimalkan risiko bencana akibat cuaca ekstrem. “Melalui kerja sama dan gotong royong, kami berharap potensi bahaya dapat dicegah sedini mungkin demi keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar, berkat sinergi antara aparat kewilayahan, instansi terkait, serta partisipasi aktif masyarakat.

 

(Pendim 1616/Gianyar)

Sinergi Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan PUPR Amankan Jalan dari Ancaman Pohon Roboh

  

Gianyar – Payangan, Sabtu (31/1/2026) Sebagai langkah antisipatif menghadapi cuaca ekstrem yang kerap terjadi belakangan ini, Babinsa Desa Bukian Koramil 1616-07/Payangan Serda I Kadek Sudiksa bersama Bhabinkamtibmas Desa Bukian Aiptu I Made Wijana, serta Dinas PUPR Kabupaten Gianyar, melaksanakan kegiatan pemotongan dahan pohon leci yang berada di tepi jalan dan melintasi rumah warga di Banjar Tiyingan, Desa Bukian, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar.

Pemotongan dahan pohon tersebut dilakukan karena kondisi pohon yang sudah sangat lebat serta berada dekat dengan badan jalan dan pemukiman warga. Ditambah dengan intensitas hujan yang cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir, warga merasa khawatir pohon tersebut berpotensi tumbang atau roboh yang dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan maupun masyarakat sekitar.

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa bersama staf desa, Kelihan Dinas Banjar Tiyingan, personel PUPR Kabupaten Gianyar, serta warga setempat bahu-membahu melaksanakan pemotongan dahan pohon. Selain itu, Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga turut mengatur dan mengamankan arus lalu lintas agar tetap lancar selama proses pemotongan berlangsung.

Usai pemotongan, seluruh unsur yang terlibat bersama warga melakukan pembersihan dahan dan ranting hasil pemangkasan sehingga jalan kembali bersih, aman, dan nyaman untuk dilalui.

Babinsa Desa Bukian Serda I Kadek Sudiksa menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan upaya preventif aparat kewilayahan dalam meminimalkan risiko bencana akibat cuaca ekstrem. “Melalui kerja sama dan gotong royong, kami berharap potensi bahaya dapat dicegah sedini mungkin demi keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar, berkat sinergi antara aparat kewilayahan, instansi terkait, serta partisipasi aktif masyarakat.

 

(Pendim 1616/Gianyar)

Babinsa Bukian Bergerak Cepat Cegah Pohon Tumbang, Wujud Kepedulian Keselamatan Warga

  

Gianyar – Payangan, Sabtu (31/1/2026) Sebagai langkah antisipatif menghadapi cuaca ekstrem yang kerap terjadi belakangan ini, Babinsa Desa Bukian Koramil 1616-07/Payangan Serda I Kadek Sudiksa bersama Bhabinkamtibmas Desa Bukian Aiptu I Made Wijana, serta Dinas PUPR Kabupaten Gianyar, melaksanakan kegiatan pemotongan dahan pohon leci yang berada di tepi jalan dan melintasi rumah warga di Banjar Tiyingan, Desa Bukian, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar.

Pemotongan dahan pohon tersebut dilakukan karena kondisi pohon yang sudah sangat lebat serta berada dekat dengan badan jalan dan pemukiman warga. Ditambah dengan intensitas hujan yang cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir, warga merasa khawatir pohon tersebut berpotensi tumbang atau roboh yang dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan maupun masyarakat sekitar.

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa bersama staf desa, Kelihan Dinas Banjar Tiyingan, personel PUPR Kabupaten Gianyar, serta warga setempat bahu-membahu melaksanakan pemotongan dahan pohon. Selain itu, Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga turut mengatur dan mengamankan arus lalu lintas agar tetap lancar selama proses pemotongan berlangsung.

Usai pemotongan, seluruh unsur yang terlibat bersama warga melakukan pembersihan dahan dan ranting hasil pemangkasan sehingga jalan kembali bersih, aman, dan nyaman untuk dilalui.

Babinsa Desa Bukian Serda I Kadek Sudiksa menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan upaya preventif aparat kewilayahan dalam meminimalkan risiko bencana akibat cuaca ekstrem. “Melalui kerja sama dan gotong royong, kami berharap potensi bahaya dapat dicegah sedini mungkin demi keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar, berkat sinergi antara aparat kewilayahan, instansi terkait, serta partisipasi aktif masyarakat.

 

(Pendim 1616/Gianyar)

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Babinsa Bukian Bersama PUPR Pangkas Dahan Pohon di Banjar Tiyingan

  


Gianyar – Payangan, Sabtu (31/1/2026) Sebagai langkah antisipatif menghadapi cuaca ekstrem yang kerap terjadi belakangan ini, Babinsa Desa Bukian Koramil 1616-07/Payangan Serda I Kadek Sudiksa bersama Bhabinkamtibmas Desa Bukian Aiptu I Made Wijana, serta Dinas PUPR Kabupaten Gianyar, melaksanakan kegiatan pemotongan dahan pohon leci yang berada di tepi jalan dan melintasi rumah warga di Banjar Tiyingan, Desa Bukian, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar.

Pemotongan dahan pohon tersebut dilakukan karena kondisi pohon yang sudah sangat lebat serta berada dekat dengan badan jalan dan pemukiman warga. Ditambah dengan intensitas hujan yang cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir, warga merasa khawatir pohon tersebut berpotensi tumbang atau roboh yang dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan maupun masyarakat sekitar.

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa bersama staf desa, Kelihan Dinas Banjar Tiyingan, personel PUPR Kabupaten Gianyar, serta warga setempat bahu-membahu melaksanakan pemotongan dahan pohon. Selain itu, Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga turut mengatur dan mengamankan arus lalu lintas agar tetap lancar selama proses pemotongan berlangsung.

Usai pemotongan, seluruh unsur yang terlibat bersama warga melakukan pembersihan dahan dan ranting hasil pemangkasan sehingga jalan kembali bersih, aman, dan nyaman untuk dilalui.

Babinsa Desa Bukian Serda I Kadek Sudiksa menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan upaya preventif aparat kewilayahan dalam meminimalkan risiko bencana akibat cuaca ekstrem. “Melalui kerja sama dan gotong royong, kami berharap potensi bahaya dapat dicegah sedini mungkin demi keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar, berkat sinergi antara aparat kewilayahan, instansi terkait, serta partisipasi aktif masyarakat.

 

(Pendim 1616/Gianyar)

Babinsa Bedulu Hadir di Tengah Ribuan Pendidik PAUD, Sosialisasi Tingkat Kabupaten Gianyar Berjalan Kondusif

  

Gianyar – Blahbatuh, Sabtu (31/1/2026) Dukung kelancaran kegiatan masyarakat serta program pemerintah di bidang pendidikan, Babinsa Desa Bedulu Koramil 1616-04/Blahbatuh Serka I Wayan Juliawan bersama Bhabinkamtibmas Desa Bedulu Aiptu I Putu Suadnya melaksanakan pengamanan dan pendampingan kegiatan Sembahyang Bersama dan Sosialisasi Penyediaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Satuan PAUD se-Kabupaten Gianyar Tahun 2026.

Kegiatan tersebut dipusatkan di Wantilan Pura Samuantiga, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, dan berlangsung dengan tertib, aman, serta penuh khidmat. Acara ini diikuti oleh kurang lebih 1.000 peserta yang terdiri dari Bunda PAUD se-Kabupaten Gianyar serta tenaga pendidik PAUD dari berbagai kecamatan.

Turut hadir dalam kegiatan ini Bunda PAUD Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, Kepala BKPSDM Kabupaten Gianyar, Camat Blahbatuh I Wayan Gede Eja Putra, S.STP., MAP, Kepala Desa Bedulu I Putu Ariawan, S.H, para Bunda PAUD kecamatan, serta unsur terkait lainnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan persembahyangan bersama yang dipimpin oleh Bunda PAUD Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra didampingi Camat Blahbatuh, dan diikuti oleh jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar. Selanjutnya acara resmi dibuka dengan penampilan Tari Pendet, dilanjutkan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars PAUD.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan SK PPPK dengan perjanjian kerja paruh waktu oleh Bunda PAUD Kabupaten Gianyar, serta penyerahan Surat Tugas Penempatan Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada TPA Negeri dan KB Negeri Gianyar oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar. Selain itu, Bunda PAUD Kabupaten Gianyar menyerahkan bantuan alat kebersihan dan punia kepada Bendesa Adat Desa Bedulu sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan adat setempat.

Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Bunda PAUD Kabupaten Gianyar, kemudian penyampaian materi Sosialisasi Penyediaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Satuan PAUD oleh BKPSDM Kabupaten Gianyar, serta diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi yang berlangsung interaktif.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, lancar, dan kondusif, berkat sinergi antara aparat kewilayahan, panitia, serta seluruh peserta kegiatan.

 

(Pendim 1616/Gianyar)

Sinergi TNI–Polri Dukung Program PAUD, Babinsa Bedulu Amankan Kegiatan Pendidikan di Blahbatuh

  

Gianyar – Blahbatuh, Sabtu (31/1/2026) Dukung kelancaran kegiatan masyarakat serta program pemerintah di bidang pendidikan, Babinsa Desa Bedulu Koramil 1616-04/Blahbatuh Serka I Wayan Juliawan bersama Bhabinkamtibmas Desa Bedulu Aiptu I Putu Suadnya melaksanakan pengamanan dan pendampingan kegiatan Sembahyang Bersama dan Sosialisasi Penyediaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Satuan PAUD se-Kabupaten Gianyar Tahun 2026.

Kegiatan tersebut dipusatkan di Wantilan Pura Samuantiga, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, dan berlangsung dengan tertib, aman, serta penuh khidmat. Acara ini diikuti oleh kurang lebih 1.000 peserta yang terdiri dari Bunda PAUD se-Kabupaten Gianyar serta tenaga pendidik PAUD dari berbagai kecamatan.

Turut hadir dalam kegiatan ini Bunda PAUD Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, Kepala BKPSDM Kabupaten Gianyar, Camat Blahbatuh I Wayan Gede Eja Putra, S.STP., MAP, Kepala Desa Bedulu I Putu Ariawan, S.H, para Bunda PAUD kecamatan, serta unsur terkait lainnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan persembahyangan bersama yang dipimpin oleh Bunda PAUD Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra didampingi Camat Blahbatuh, dan diikuti oleh jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar. Selanjutnya acara resmi dibuka dengan penampilan Tari Pendet, dilanjutkan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars PAUD.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan SK PPPK dengan perjanjian kerja paruh waktu oleh Bunda PAUD Kabupaten Gianyar, serta penyerahan Surat Tugas Penempatan Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada TPA Negeri dan KB Negeri Gianyar oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar. Selain itu, Bunda PAUD Kabupaten Gianyar menyerahkan bantuan alat kebersihan dan punia kepada Bendesa Adat Desa Bedulu sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan adat setempat.

Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Bunda PAUD Kabupaten Gianyar, kemudian penyampaian materi Sosialisasi Penyediaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Satuan PAUD oleh BKPSDM Kabupaten Gianyar, serta diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi yang berlangsung interaktif.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, lancar, dan kondusif, berkat sinergi antara aparat kewilayahan, panitia, serta seluruh peserta kegiatan.

 

(Pendim 1616/Gianyar)

Ribuan Peserta Hadiri Sosialisasi PAUD 2026, Babinsa Bedulu Pastikan Acara Berjalan Tertib

  

Gianyar – Blahbatuh, Sabtu (31/1/2026) Dukung kelancaran kegiatan masyarakat serta program pemerintah di bidang pendidikan, Babinsa Desa Bedulu Koramil 1616-04/Blahbatuh Serka I Wayan Juliawan bersama Bhabinkamtibmas Desa Bedulu Aiptu I Putu Suadnya melaksanakan pengamanan dan pendampingan kegiatan Sembahyang Bersama dan Sosialisasi Penyediaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Satuan PAUD se-Kabupaten Gianyar Tahun 2026.

Kegiatan tersebut dipusatkan di Wantilan Pura Samuantiga, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, dan berlangsung dengan tertib, aman, serta penuh khidmat. Acara ini diikuti oleh kurang lebih 1.000 peserta yang terdiri dari Bunda PAUD se-Kabupaten Gianyar serta tenaga pendidik PAUD dari berbagai kecamatan.

Turut hadir dalam kegiatan ini Bunda PAUD Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, Kepala BKPSDM Kabupaten Gianyar, Camat Blahbatuh I Wayan Gede Eja Putra, S.STP., MAP, Kepala Desa Bedulu I Putu Ariawan, S.H, para Bunda PAUD kecamatan, serta unsur terkait lainnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan persembahyangan bersama yang dipimpin oleh Bunda PAUD Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra didampingi Camat Blahbatuh, dan diikuti oleh jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar. Selanjutnya acara resmi dibuka dengan penampilan Tari Pendet, dilanjutkan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars PAUD.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan SK PPPK dengan perjanjian kerja paruh waktu oleh Bunda PAUD Kabupaten Gianyar, serta penyerahan Surat Tugas Penempatan Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada TPA Negeri dan KB Negeri Gianyar oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar. Selain itu, Bunda PAUD Kabupaten Gianyar menyerahkan bantuan alat kebersihan dan punia kepada Bendesa Adat Desa Bedulu sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan adat setempat.

Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Bunda PAUD Kabupaten Gianyar, kemudian penyampaian materi Sosialisasi Penyediaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Satuan PAUD oleh BKPSDM Kabupaten Gianyar, serta diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi yang berlangsung interaktif.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, lancar, dan kondusif, berkat sinergi antara aparat kewilayahan, panitia, serta seluruh peserta kegiatan.

 

(Pendim 1616/Gianyar)

Dukung Peningkatan Mutu Pendidikan, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Amankan Sosialisasi PAUD di Pura Samuantiga

  

Gianyar – Blahbatuh, Sabtu (31/1/2026) Dukung kelancaran kegiatan masyarakat serta program pemerintah di bidang pendidikan, Babinsa Desa Bedulu Koramil 1616-04/Blahbatuh Serka I Wayan Juliawan bersama Bhabinkamtibmas Desa Bedulu Aiptu I Putu Suadnya melaksanakan pengamanan dan pendampingan kegiatan Sembahyang Bersama dan Sosialisasi Penyediaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Satuan PAUD se-Kabupaten Gianyar Tahun 2026.

Kegiatan tersebut dipusatkan di Wantilan Pura Samuantiga, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, dan berlangsung dengan tertib, aman, serta penuh khidmat. Acara ini diikuti oleh kurang lebih 1.000 peserta yang terdiri dari Bunda PAUD se-Kabupaten Gianyar serta tenaga pendidik PAUD dari berbagai kecamatan.

Turut hadir dalam kegiatan ini Bunda PAUD Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, Kepala BKPSDM Kabupaten Gianyar, Camat Blahbatuh I Wayan Gede Eja Putra, S.STP., MAP, Kepala Desa Bedulu I Putu Ariawan, S.H, para Bunda PAUD kecamatan, serta unsur terkait lainnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan persembahyangan bersama yang dipimpin oleh Bunda PAUD Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra didampingi Camat Blahbatuh, dan diikuti oleh jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar. Selanjutnya acara resmi dibuka dengan penampilan Tari Pendet, dilanjutkan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars PAUD.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan SK PPPK dengan perjanjian kerja paruh waktu oleh Bunda PAUD Kabupaten Gianyar, serta penyerahan Surat Tugas Penempatan Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada TPA Negeri dan KB Negeri Gianyar oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar. Selain itu, Bunda PAUD Kabupaten Gianyar menyerahkan bantuan alat kebersihan dan punia kepada Bendesa Adat Desa Bedulu sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan adat setempat.

Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Bunda PAUD Kabupaten Gianyar, kemudian penyampaian materi Sosialisasi Penyediaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Satuan PAUD oleh BKPSDM Kabupaten Gianyar, serta diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi yang berlangsung interaktif.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, lancar, dan kondusif, berkat sinergi antara aparat kewilayahan, panitia, serta seluruh peserta kegiatan.

 

(Pendim 1616/Gianyar)

Babinsa Bedulu Dukung Program Pemerintah, Sosialisasi dan Sembahyang Bersama PAUD se-Gianyar Berjalan Lancar

  

Gianyar – Blahbatuh, Sabtu (31/1/2026) Dukung kelancaran kegiatan masyarakat serta program pemerintah di bidang pendidikan, Babinsa Desa Bedulu Koramil 1616-04/Blahbatuh Serka I Wayan Juliawan bersama Bhabinkamtibmas Desa Bedulu Aiptu I Putu Suadnya melaksanakan pengamanan dan pendampingan kegiatan Sembahyang Bersama dan Sosialisasi Penyediaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Satuan PAUD se-Kabupaten Gianyar Tahun 2026.

Kegiatan tersebut dipusatkan di Wantilan Pura Samuantiga, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, dan berlangsung dengan tertib, aman, serta penuh khidmat. Acara ini diikuti oleh kurang lebih 1.000 peserta yang terdiri dari Bunda PAUD se-Kabupaten Gianyar serta tenaga pendidik PAUD dari berbagai kecamatan.

Turut hadir dalam kegiatan ini Bunda PAUD Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, Kepala BKPSDM Kabupaten Gianyar, Camat Blahbatuh I Wayan Gede Eja Putra, S.STP., MAP, Kepala Desa Bedulu I Putu Ariawan, S.H, para Bunda PAUD kecamatan, serta unsur terkait lainnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan persembahyangan bersama yang dipimpin oleh Bunda PAUD Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra didampingi Camat Blahbatuh, dan diikuti oleh jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar. Selanjutnya acara resmi dibuka dengan penampilan Tari Pendet, dilanjutkan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars PAUD.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan SK PPPK dengan perjanjian kerja paruh waktu oleh Bunda PAUD Kabupaten Gianyar, serta penyerahan Surat Tugas Penempatan Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada TPA Negeri dan KB Negeri Gianyar oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar. Selain itu, Bunda PAUD Kabupaten Gianyar menyerahkan bantuan alat kebersihan dan punia kepada Bendesa Adat Desa Bedulu sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan adat setempat.

Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Bunda PAUD Kabupaten Gianyar, kemudian penyampaian materi Sosialisasi Penyediaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Satuan PAUD oleh BKPSDM Kabupaten Gianyar, serta diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi yang berlangsung interaktif.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, lancar, dan kondusif, berkat sinergi antara aparat kewilayahan, panitia, serta seluruh peserta kegiatan.

 

(Pendim 1616/Gianyar)

Babinsa Medahan Perkuat Sinergi Adat dan Aparat dalam Pengamanan Tradisi Mepeed Pura Puseh

 

 

Gianyar – Blahbatuh, Jumat (30/1/2026) Suasana religius dan penuh kebersamaan mewarnai pelaksanaan tradisi Mepeed dalam rangkaian Piodalan/Pujawali Pura Puseh Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Guna memastikan seluruh prosesi adat berjalan aman, tertib, dan lancar, Babinsa Desa Medahan Koramil 1616-04/Blahbatuh Serka I Nyoman Sukadana bersama Bhabinkamtibmas Desa Medahan Aiptu I Made Sudiarta bersinergi dengan Pecalang Desa Adat Medahan melaksanakan pengamanan serta pengaturan lalu lintas selama kegiatan berlangsung.

Kegiatan Mepeed dilaksanakan di wilayah Banjar Anggarkasih, Desa Medahan, dengan rute prosesi dimulai dari Pura Puseh Banjar Anggarkasih, kemudian melintasi Jalan Raya Medahan ke arah utara menuju Jalan Keramas, dan selanjutnya kembali ke Pura Puseh Banjar Anggarkasih.

Ratusan warga turut ambil bagian dalam tradisi Mepeed ini, terutama dari kalangan ibu-ibu PKK, yang dengan penuh semangat dan ada yang membawa sarana upacara, dengan diiringi alunan gamelan tradisional yang menambah suasana sakral sepanjang rute prosesi.

Dalam pelaksanaannya, Babinsa bersama Bhabinkamtibmas dan Pecalang Adat secara terpadu mengamankan jalur Mepeed, melakukan penutupan sementara di sejumlah persimpangan, serta mengatur arus lalu lintas guna menghindari kemacetan dan memberikan rasa aman bagi peserta prosesi maupun pengguna jalan lainnya. Setelah rangkaian Mepeed melintas, arus lalu lintas kembali dibuka secara bertahap dan normal.

Berkat sinergi yang solid antara aparat kewilayahan, unsur adat, dan masyarakat, seluruh rangkaian tradisi Mepeed dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Kegiatan ini sekaligus mencerminkan komitmen Babinsa dalam mendukung pelestarian adat dan budaya Bali, serta menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat di wilayah binaan.

 

(Pendim 1616/Gianyar)

Pengamanan Terpadu Tradisi Mepeed, Babinsa Medahan Jamin Prosesi Adat Berjalan Lancar

 

 

Gianyar – Blahbatuh, Jumat (30/1/2026) Suasana religius dan penuh kebersamaan mewarnai pelaksanaan tradisi Mepeed dalam rangkaian Piodalan/Pujawali Pura Puseh Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Guna memastikan seluruh prosesi adat berjalan aman, tertib, dan lancar, Babinsa Desa Medahan Koramil 1616-04/Blahbatuh Serka I Nyoman Sukadana bersama Bhabinkamtibmas Desa Medahan Aiptu I Made Sudiarta bersinergi dengan Pecalang Desa Adat Medahan melaksanakan pengamanan serta pengaturan lalu lintas selama kegiatan berlangsung.

Kegiatan Mepeed dilaksanakan di wilayah Banjar Anggarkasih, Desa Medahan, dengan rute prosesi dimulai dari Pura Puseh Banjar Anggarkasih, kemudian melintasi Jalan Raya Medahan ke arah utara menuju Jalan Keramas, dan selanjutnya kembali ke Pura Puseh Banjar Anggarkasih.

Ratusan warga turut ambil bagian dalam tradisi Mepeed ini, terutama dari kalangan ibu-ibu PKK, yang dengan penuh semangat dan ada yang membawa sarana upacara, dengan diiringi alunan gamelan tradisional yang menambah suasana sakral sepanjang rute prosesi.

Dalam pelaksanaannya, Babinsa bersama Bhabinkamtibmas dan Pecalang Adat secara terpadu mengamankan jalur Mepeed, melakukan penutupan sementara di sejumlah persimpangan, serta mengatur arus lalu lintas guna menghindari kemacetan dan memberikan rasa aman bagi peserta prosesi maupun pengguna jalan lainnya. Setelah rangkaian Mepeed melintas, arus lalu lintas kembali dibuka secara bertahap dan normal.

Berkat sinergi yang solid antara aparat kewilayahan, unsur adat, dan masyarakat, seluruh rangkaian tradisi Mepeed dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Kegiatan ini sekaligus mencerminkan komitmen Babinsa dalam mendukung pelestarian adat dan budaya Bali, serta menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat di wilayah binaan.

 

(Pendim 1616/Gianyar)

Babinsa Medahan Bersama Unsur Terkait Kawal Tradisi Mepeed Piodalan Pura Puseh Desa Medahan

 

 

Gianyar – Blahbatuh, Jumat (30/1/2026) Suasana religius dan penuh kebersamaan mewarnai pelaksanaan tradisi Mepeed dalam rangkaian Piodalan/Pujawali Pura Puseh Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Guna memastikan seluruh prosesi adat berjalan aman, tertib, dan lancar, Babinsa Desa Medahan Koramil 1616-04/Blahbatuh Serka I Nyoman Sukadana bersama Bhabinkamtibmas Desa Medahan Aiptu I Made Sudiarta bersinergi dengan Pecalang Desa Adat Medahan melaksanakan pengamanan serta pengaturan lalu lintas selama kegiatan berlangsung.

Kegiatan Mepeed dilaksanakan di wilayah Banjar Anggarkasih, Desa Medahan, dengan rute prosesi dimulai dari Pura Puseh Banjar Anggarkasih, kemudian melintasi Jalan Raya Medahan ke arah utara menuju Jalan Keramas, dan selanjutnya kembali ke Pura Puseh Banjar Anggarkasih.

Ratusan warga turut ambil bagian dalam tradisi Mepeed ini, terutama dari kalangan ibu-ibu PKK, yang dengan penuh semangat dan ada yang membawa sarana upacara, dengan diiringi alunan gamelan tradisional yang menambah suasana sakral sepanjang rute prosesi.

Dalam pelaksanaannya, Babinsa bersama Bhabinkamtibmas dan Pecalang Adat secara terpadu mengamankan jalur Mepeed, melakukan penutupan sementara di sejumlah persimpangan, serta mengatur arus lalu lintas guna menghindari kemacetan dan memberikan rasa aman bagi peserta prosesi maupun pengguna jalan lainnya. Setelah rangkaian Mepeed melintas, arus lalu lintas kembali dibuka secara bertahap dan normal.

Berkat sinergi yang solid antara aparat kewilayahan, unsur adat, dan masyarakat, seluruh rangkaian tradisi Mepeed dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Kegiatan ini sekaligus mencerminkan komitmen Babinsa dalam mendukung pelestarian adat dan budaya Bali, serta menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat di wilayah binaan.

 

(Pendim 1616/Gianyar)