Gianyar – Tegallalang, Rabu (25/2/2026) Hujan berkepanjangan
yang mengguyur wilayah Kecamatan Tegallalang memicu terjadinya tanah longsor
yang menutup total jalan alternatif penghubung Banjar Puakan menuju Banjar Alas
Pujung, Desa Taro. Dalam situasi darurat tersebut, Babinsa Desa Taro Koramil
1616-06/Tegallalang, Serda I Putu Widya Mahasena, hadir di tengah masyarakat
untuk memimpin upaya penanganan dan memastikan keselamatan warga tetap menjadi
prioritas utama.
Material longsor dengan volume sekitar tinggi 6 meter dan
lebar 8 meter menutup akses vital warga sejak pagi hari. Peristiwa pertama kali
diketahui oleh saksi Ni Putu Linda (15), seorang pelajar yang hendak berangkat
ke SMP N 2 Tegallalang sekitar pukul 06.30 WITA. Menyadari jalan yang biasa
dilalui tertimbun longsor, ia segera menghubungi I Made Surya Wiguna (1998),
sopir angkutan siswa, untuk melaporkan kondisi tersebut.
Menindaklanjuti laporan warga, pada pukul 11.00 WITA Serda I
Putu Widya Mahasena bersama Bhabinkamtibmas Desa Taro Bripka I Made Wartu,
didampingi krama adat Banjar Alas Pujung dan sekitar 50 warga, bergerak cepat
menuju lokasi. Dengan menggunakan alat seadanya, mereka bergotong royong
membersihkan material longsor demi membuka kembali akses jalan yang sangat
penting bagi mobilitas warga, khususnya para pelajar.
Upaya penanganan berlangsung penuh semangat kebersamaan hingga
akhirnya pada pukul 14.30 WITA proses pembersihan selesai dilaksanakan. Jalan
alternatif yang sempat tertutup total kini telah dapat dilalui kendaraan roda
dua maupun roda empat, sehingga aktivitas masyarakat berangsur kembali normal.
Dalam kesempatan tersebut, Babinsa Serda I Putu Widya
Mahasena mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi
bencana susulan akibat curah hujan yang masih tinggi. Ia juga mengajak warga
agar segera melaporkan setiap tanda-tanda longsor maupun kerusakan infrastruktur
demi percepatan penanganan.
“Keselamatan adalah yang utama. Kami mengimbau warga agar
berhati-hati saat melintas di jalur rawan longsor dan selalu berkoordinasi
dengan aparat setempat apabila menemukan kondisi berbahaya,” tegasnya.
Kehadiran Babinsa bersama aparat dan masyarakat dalam
penanganan bencana ini menjadi bukti nyata sinergi dan kepedulian terhadap
keselamatan lingkungan. Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Desa Taro
diharapkan terus terjaga sebagai kekuatan utama dalam menghadapi setiap
tantangan alam.
(Pendim 1616/Gianyar)
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar