Gianyar – Sukawati, Rabu (25/2/2026) Komitmen dalam menjaga
kelestarian budaya daerah kembali ditunjukkan aparat kewilayahan melalui
keterlibatan aktif dalam kegiatan Bulan Bahasa Bali. Babinsa Desa Batubulan
Kangin Koramil 1616-05/Sukawati, Serka I Nengah Metra, bersama Bhabinkamtibmas
Aiptu I Kadek Sukadana menghadiri undangan penyelenggaraan Lomba Bulan Bahasa
Bali VIII Tahun 2026 yang digelar di Wantilan SDN 1, 2, dan 3 Desa Batubulan
Kangin, Kecamatan Sukawati.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Batubulan
Kangin sebagai implementasi Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang
penetapan bulan Februari sebagai Bulan Bahasa Bali, yang bertujuan melestarikan
Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali sebagai identitas budaya daerah.
Acara tersebut dihadiri oleh Perbekel Desa Batubulan Kangin
I Wayan Alit Putra Atmaja, S.E., Sekretaris BPD yang mewakili Ketua BPD, para
kepala sekolah SDN 1, 2, dan 3 Batubulan Kangin beserta dewan guru, para klian
dinas se-Desa Batubulan Kangin, dewan juri, serta siswa-siswi peserta lomba
yang tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan.
Rangkaian pembukaan diawali dengan menyanyikan Lagu
Indonesia Raya, doa bersama, sambutan Perbekel Desa Batubulan Kangin, sambutan
Ketua Panitia, hingga dimulainya perlombaan. Setelah proses penilaian oleh
dewan juri, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan pemenang, penyerahan trofi
dan piagam penghargaan, serta diakhiri dengan sesi foto bersama dalam suasana
penuh kebanggaan dan kebersamaan.
Adapun lomba yang digelar meliputi Wimbakara Menyalin Aksara
Bali, Wimbakara Masatua Bali, dan Karaoke Lagu Bali, yang menjadi wadah
edukatif sekaligus sarana menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya
lokal.
Di sela kegiatan, Babinsa Serka I Nengah Metra menyampaikan
apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai upaya nyata menjaga
warisan budaya Bali. Ia menegaskan bahwa keterlibatan generasi muda dalam
pelestarian bahasa dan aksara daerah merupakan fondasi penting dalam memperkuat
jati diri bangsa di tengah arus globalisasi.
Kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan ini
juga menjadi wujud sinergi aparat kewilayahan dengan pemerintah desa dan
lembaga pendidikan dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus mempererat
hubungan dengan masyarakat di wilayah binaan.
(Pendim 1616/Gianyar)
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar