Gianyar – Samplangan, Rabu (25/2/2026) Di tengah arus
modernisasi yang terus berkembang, semangat menjaga bahasa dan budaya Bali
tetap menyala di Desa Adat Bukit Jangkrik, Kelurahan Samplangan. Dalam suasana
penuh nilai tradisi tersebut, Babinsa Kelurahan Samplangan Koramil
1616-01/Gianyar, Serka I Komang Yudiartana, bersama Bhabinkamtibmas Aiptu Ida
Bagus Made Suartana hadir untuk mendukung sekaligus memastikan keamanan dan
kelancaran pelaksanaan Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026.
Mengusung tema “Atma Kerthi Udiana Purnaning Jiwa”, kegiatan
ini menekankan pentingnya memuliakan bahasa, aksara, dan sastra Bali sebagai
sarana penyucian jiwa dan pembentukan karakter masyarakat. Tema tersebut
menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama
demi menjaga identitas dan kearifan lokal Bali.
Acara dihadiri Bendesa Adat Bukit Jangkrik Kadek Juniarta,
S.Kom., Kaling Bukit Jangkrik Wayan Regenanta, Kelihan Adat Wayan Sudira,
prajuru adat, penyuluh Bahasa Bali Kelurahan Samplangan, tim juri dari
Kecamatan Gianyar, serta peserta lomba yang terdiri dari krama istri (PKK) dan
siswa-siswi tingkat SD. Kehadiran berbagai unsur masyarakat ini mencerminkan
kuatnya dukungan terhadap pelestarian budaya daerah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan
lagu Indonesia Raya, doa bersama, serta sambutan Bendesa Adat yang sekaligus
membuka kegiatan secara resmi. Selanjutnya digelar berbagai wimbakara, antara
lain lomba menulis aksara Bali tingkat SD dan lomba mesatua Bahasa Bali oleh
krama istri. Antusiasme peserta dan dukungan masyarakat menjadikan kegiatan
berlangsung meriah dan penuh makna.
Usai perlombaan, tim juri melakukan penilaian dan evaluasi
sebelum mengumumkan para pemenang dan menyerahkan hadiah kepada juara di
masing-masing kategori. Momen tersebut menjadi bentuk apresiasi atas upaya
peserta dalam menjaga dan mengembangkan budaya Bali.
Kehadiran Babinsa dalam kegiatan ini tidak hanya sebagai
unsur pengamanan, tetapi juga wujud kepedulian TNI terhadap pelestarian budaya lokal
dan penguatan hubungan dengan masyarakat adat. Sinergi antara aparat
kewilayahan dan warga diharapkan mampu menjaga tradisi leluhur tetap hidup
serta menanamkan kecintaan budaya kepada generasi muda sebagai penerus bangsa.
(Pendim 1616/Gianyar)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar