Kehadiran Babinsa Payangan Ciptakan Situasi Kondusif pada Upacara Keagamaan di Pura Hyang Api

 

Gianyar – Payangan, Kamis (11/02/2026) — Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung kelancaran serta kekhidmatan pelaksanaan kegiatan adat dan keagamaan di wilayah binaan, aparat kewilayahan TNI–Polri bersama unsur pengamanan adat melaksanakan pengamanan dan pemantauan Upacara Agama (Dewa Yadnya) yang dirangkaikan dengan pementasan Calonarang di Pura Hyang Api, Desa Adat Kelusa, Desa Kelusa, Kecamatan Payangan.

 

Kehadiran aparat di tengah kegiatan suci masyarakat tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana yang aman, tertib, dan penuh rasa hormat terhadap nilai-nilai tradisi. Pengamanan kegiatan dilaksanakan oleh Babinsa Desa Kelusa Koramil 1616-07/Payangan Serda I Wayan Martika bersama Bhabinkamtibmas Desa Kelusa Aiptu I Wayan Muriana yang bersinergi dengan Pecalang Desa Adat Kelusa. Kolaborasi ini menunjukkan kuatnya kebersamaan antara TNI–Polri dan perangkat adat dalam menjaga stabilitas serta ketertiban selama berlangsungnya rangkaian upacara keagamaan yang dihadiri oleh masyarakat dan pemedek.

 

Sejak awal kegiatan, aparat pengamanan terpadu telah melakukan langkah-langkah preventif melalui pemantauan situasi di sekitar area pura, pengaturan arus kedatangan dan kepulangan warga, serta penataan titik-titik keramaian guna menghindari penumpukan massa. Koordinasi intensif juga dilaksanakan dengan prajuru desa adat dan panitia upacara agar setiap tahapan kegiatan berjalan sesuai dengan susunan acara dan ketentuan adat yang berlaku. Pendekatan humanis dan persuasif dikedepankan dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan.

 

Di sela-sela kegiatan, Babinsa Desa Kelusa secara aktif memberikan imbauan kepada Pecalang, Prajuru Desa Adat, serta masyarakat yang hadir untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Warga diingatkan agar tetap memperhatikan keteraturan parkir kendaraan, menjaga kebersihan area pura, serta mengutamakan ketenangan selama prosesi persembahyangan dan pementasan berlangsung. Imbauan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat sebagai bagian dari tanggung jawab bersama menjaga kesucian dan kelancaran upacara.

 

Pementasan Calonarang yang menjadi bagian dari rangkaian Dewa Yadnya memiliki makna religius dan nilai budaya yang mendalam, sehingga membutuhkan suasana yang kondusif dan tertata. Oleh karena itu, kehadiran aparat kewilayahan bersama unsur adat tidak hanya berperan dari sisi keamanan, namun juga sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian adat, seni, dan tradisi spiritual yang diwariskan secara turun-temurun.

 

Sinergitas yang terjalin antara Babinsa, Bhabinkamtibmas, Pecalang, dan prajuru adat menjadi cerminan kuatnya kemitraan dalam menjaga kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat di wilayah Payangan. Kerja sama tersebut sekaligus mempererat hubungan emosional antara aparat dan warga, sehingga tercipta rasa saling percaya dan kebersamaan dalam setiap kegiatan kemasyarakatan.

Secara keseluruhan, rangkaian Upacara Dewa Yadnya dan pementasan Calonarang di Pura Hyang Api Desa Adat Kelusa dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar.

 

Situasi selama kegiatan terpantau kondusif berkat koordinasi dan kesiapsiagaan seluruh unsur yang terlibat. Diharapkan sinergi positif ini terus terpelihara dan menjadi fondasi kuat dalam mendukung setiap kegiatan adat dan keagamaan di wilayah Kecamatan Payangan ke depannya.

 

Pendim 1616/Gianyar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar