Gianyar – Bitera, Sabtu (21/2/2026) Suasana sakral dan penuh keindahan budaya Bali mewarnai pelaksanaan
tradisi Meprani/Mepeed yang digelar warga Banjar Roban dalam rangka Upacara
Piodalan di Pura Dalem, Desa Adat Bitera, Kelurahan Bitera, Kecamatan/Kabupaten
Gianyar. Iring-iringan warga yang membawa banten perani menjadi simbol
persembahan suci kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sekaligus mencerminkan
kekompakan dan kekhidmatan masyarakat dalam menjaga tradisi leluhur.
Babinsa Kelurahan Bitera Koramil 1616-01/Gianyar Koptu I
Gusti Ngurah Aryo Purnomo bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Bitera Aipda I Dewa
Ketut Artana, bersinergi dengan pecalang melaksanakan pengamanan serta
pengaturan arus lalu lintas guna memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan
lancar. Kehadiran aparat kewilayahan ini memberikan rasa aman dan nyaman bagi
sekitar ±500 warga yang mengikuti prosesi keagamaan tersebut.
Di tengah lantunan gamelan tradisional yang mengiringi
langkah para peserta, barisan ibu-ibu yang anggun membawa banten perani
menambah semarak sekaligus kesakralan suasana. Prosesi berjalan dengan tertib
dan kondusif, mencerminkan tingginya kesadaran masyarakat dalam menjaga
nilai-nilai adat dan budaya Bali.
Kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas di tengah kegiatan
masyarakat tidak hanya bertujuan menjaga keamanan, tetapi juga mempererat
kedekatan serta rasa kekeluargaan antara aparat dan warga binaan. Sinergi yang
terjalin menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI-Polri dengan masyarakat dalam
mendukung kelestarian adat, budaya, dan kehidupan beragama yang harmonis.
Dengan pengamanan yang optimal serta dukungan seluruh
komponen masyarakat, kegiatan Meprani/Mepeed dalam rangka Piodalan di Pura
Dalem Bitera berlangsung dengan lancar, aman, dan penuh makna spiritual.
(Pendim 1616/Gianyar)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar