Gianyar –
Siangan, Sabtu (21/2/2026) Peran Babinsa sebagai ujung tombak pembinaan wilayah
kembali terlihat dalam dukungannya terhadap kegiatan masyarakat yang
berorientasi pada pelestarian budaya lokal. Babinsa Koramil 1616-01/Gianyar
Serka Km Kartawan bersama Bhabinkamtibmas Desa Siangan Aiptu I Ketut Sudiksa
menghadiri dan mengatensi kegiatan Bulan Bahasa Bali VIII Warsa 2026 yang
diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Siangan dengan tema “Atma Kerthi Udiana
Purnaning Jiwa”, bertempat di Balai Banjar Teruna, Desa Siangan,
Kecamatan/Kabupaten Gianyar.
Kegiatan ini
dihadiri oleh Camat Gianyar I Komang Andika Sadewa, Perbekel Desa Siangan I
Ketut Berata, S.AP, beserta perangkat desa dan kepala kewilayahan se-Desa
Siangan, Ketua BPD, Ketua TP PKK Desa Siangan, penyuluh Bahasa Bali, tim juri,
Bendesa Adat, Kelian Adat, Kerta Saba, Saba Desa, Paiketan Krama Istri, peserta
lomba, pecalang Desa Adat, serta panitia penyelenggara.
Acara
berlangsung meriah diawali dengan persembahan Tari Sekar Jagat, dilanjutkan
menyanyikan Lagu Indonesia Raya, doa bersama, serta sambutan Perbekel Desa
Siangan. Kegiatan secara resmi dibuka oleh Camat Gianyar, yang menekankan
pentingnya menjaga Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali sebagai identitas budaya
daerah. Rangkaian lomba yang digelar meliputi Nyurat Aksara Bali tingkat SD,
lomba Mesatua Bali yang diikuti perwakilan Pakis se-Desa Siangan, serta lomba
Karaoke Lagu Bali yang diikuti perwakilan Sekaa Teruna.
Kehadiran
Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan
aparat kewilayahan terhadap pelestarian budaya sekaligus upaya menciptakan rasa
aman dan nyaman bagi masyarakat yang mengikuti acara. Melalui pendekatan
humanis dan komunikasi sosial, Babinsa turut memotivasi generasi muda agar
bangga menggunakan bahasa Bali dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan Bulan
Bahasa Bali VIII di Desa Siangan berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh
semangat kebersamaan, yang ditutup dengan pengumuman pemenang lomba serta
penyerahan hadiah kepada para juara. Sinergi antara aparat, pemerintah desa,
dan masyarakat menjadi kunci sukses terselenggaranya kegiatan budaya yang sarat
makna ini.
(Pendim
1616/Gianyar)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar