Gianyar - Payangan, Hujan deras yang mengguyur wilayah
Payangan pada Rabu petang (25/2/2026) memicu terjadinya tanah longsor disertai
tumbangnya rumpun bambu yang menutup badan jalan penghubung Banjar Melinggih
menuju Desa Bukian. Merespons situasi darurat tersebut, Koramil
1616-07/Payangan di bawah pimpinan Danramil Kapten Inf I Wayan Sudarmika
bergerak cepat bersama instansi terkait untuk melakukan penanganan dan membuka
kembali akses vital warga.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.40 WITA itu
menyebabkan jalur utama tertutup material tanah dan batang bambu akibat curah
hujan tinggi serta kondisi tanah yang labil. Menyadari pentingnya jalur
tersebut bagi mobilitas masyarakat, Danramil langsung mengoordinasikan
pengerahan personel dan peralatan guna mempercepat proses evakuasi material
longsor.
Kegiatan pembersihan melibatkan sinergi lintas instansi,
antara lain 1 unit loader dari BPBD Kabupaten Gianyar, 1 unit mobil pemadam
kebakaran Kecamatan Payangan, 2 personel Babinsa Koramil 1616-07/Payangan, 5
personel Polsek Payangan, 12 personel BPBD Kabupaten Gianyar, 4 personel
Damkar, kepala dusun, serta sekitar 10 warga setempat yang turut bergotong
royong di lokasi kejadian.
Berkat kerja sama dan koordinasi yang solid, material
longsor dan rumpun bambu berhasil disingkirkan sehingga jalur penghubung
kembali normal dan dapat dilalui masyarakat. Meski demikian, Danramil Kapten
Inf I Wayan Sudarmika mengimbau warga agar tetap berhati-hati saat melintas di
lokasi, mengingat kondisi jalan masih licin dan rawan akibat sisa material
serta kelembapan tanah pascahujan.
Kehadiran Koramil 1616-07/Payangan dalam penanganan bencana
ini merupakan wujud nyata peran TNI dalam membantu masyarakat serta memperkuat
sinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait. Semangat gotong royong
yang ditunjukkan seluruh pihak diharapkan terus terjaga sebagai kekuatan utama
dalam menghadapi potensi bencana alam di wilayah Payangan.
(Pendim 1616/Gianyar)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar