Gianyar – Tampaksiring, Selasa (17/3/2026) Nuansa religius
dan kearifan lokal begitu terasa dalam pelaksanaan Upacara Mance Tirta yang
digelar masyarakat Desa Manukaya. Arak-arakan sakral dari Banjar Manukaya Anyar
dan Banjar Malet menuju Pura Tirta Empul menjadi simbol penghormatan serta
upaya penyucian yang sarat makna spiritual.
Di tengah jalannya prosesi tersebut, Babinsa Desa Manukaya
Koramil 1616-03/Tampaksiring, Sertu I Komang Artika, bersama Bhabinkamtibmas
Desa Manukaya Aipda Ida Bagus Eka Bumi, bersinergi dengan Pecalang Desa Adat
Manukaya Anyar dan Banjar Malet melaksanakan pengamanan serta pengaturan lalu
lintas. Kehadiran aparat kewilayahan ini bertujuan menjaga ketertiban sekaligus
memastikan kelancaran arus kendaraan di sepanjang rute yang dilalui
iring-iringan upacara.
Dalam mewujudkan situasi kamtibmas upacara adat, Babinsa
tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga turut berperan aktif dalam
pelestarian budaya dan kearifan lokal. Kolaborasi bersama Pecalang menjadi
kunci dalam menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat
yang melaksanakan Upacara Mance Tirta.
Pengamanan difokuskan pada titik-titik rawan kepadatan serta
jalur utama menuju Pura Tirta Empul, sehingga mobilitas masyarakat tetap lancar
tanpa mengurangi kekhidmatan prosesi. Upacara ini merupakan bagian penting
dalam rangkaian kegiatan keagamaan, di mana Sesuhunan Kahyangan Tiga akan
melaksanakan prosesi penyucian di Pura Tirta Empul.
Berkat sinergi yang solid antara Babinsa, Bhabinkamtibmas,
dan Pecalang, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan
lancar. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat kembali menegaskan komitmen TNI
dalam mendukung pelestarian adat, budaya, serta menjaga stabilitas wilayah.
(Pendim 1616/Gianyar)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar