Pengamanan Terpadu TNI–Polri dan Pecalang Sukseskan Upacara Adat Sakral di Kantor Desa Singapadu Kaler

 

Gianyar — Sukawati, Minggu (29/3/2026) Sebagai wujud nyata sinergitas aparat kewilayahan dalam menjaga keamanan serta kelancaran kegiatan masyarakat, Babinsa Desa Singapadu Kaler Koramil 1616-05/Sukawati, Serda I Wayan Sudiarta, bersama Bhabinkamtibmas Desa Singapadu Kaler, Aiptu I Gusti Made Rauh, berkolaborasi dengan Pecalang Banjar Silakarang melaksanakan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas pada pelaksanaan Upacara Adat Pecaruan dan Mendem Pedagingan yang berlangsung di Kantor Desa Singapadu Kaler, Banjar Silakarang, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.

 

Kegiatan adat yang sarat makna spiritual tersebut diikuti oleh staf Desa Singapadu Kaler, siswa-siswi SMK Werdhi Sila Kumara, serta masyarakat dan undangan lainnya dengan jumlah kehadiran diperkirakan mencapai sekitar 1.000 orang, sehingga memerlukan pengamanan terpadu agar rangkaian upacara dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan khidmat.

 

Dengan penuh tanggung jawab, Babinsa bersama unsur pengamanan lainnya melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan, membantu penataan parkir, serta memastikan masyarakat yang datang untuk mengikuti persembahyangan dapat melaksanakan ibadah dengan nyaman tanpa terganggu kemacetan maupun potensi gangguan keamanan.

 

Upacara persembahyangan dipuput oleh para sulinggih dan pemangku, di antaranya Ida Pedandha Budha, Ida Rsi Mpu Silakarang, serta para Mangku dari tiga desa adat yang meliputi Mangku Puseh, Mangku Desa, Mangku Dalem, Mangku Tirtha, Mangku Madya, Mangku Pucak Silakarang, Mangku Budha Keling, dan Mangku Nataran. Prosesi berlangsung khidmat, penuh nuansa sakral dan kebersamaan, mencerminkan kuatnya nilai tradisi dan kearifan lokal masyarakat setempat.

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Gianyar I Ketut Sudarsana, S.T., M.Si., Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa I Gede Daging, S.STP., Smi., Plt. Camat Sukawati I Wayan Parmadi, S.H., serta unsur Forkopimcam, para perbekel se-Kecamatan Sukawati, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan unsur pendidikan, yang menunjukkan dukungan penuh terhadap pelestarian adat dan budaya Bali.

 

Kehadiran Babinsa di tengah-tengah kegiatan adat ini tidak hanya sebagai aparat pengamanan, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian dan penghormatan TNI terhadap nilai-nilai budaya dan tradisi masyarakat. Melalui pengamanan yang humanis dan bersinergi dengan aparat kepolisian serta pecalang, tercipta situasi yang aman, tertib, dan kondusif selama seluruh rangkaian upacara berlangsung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar