Gianyar — Sukawati, Jumat (20/3/2026)
Sebagai bagian dari mekanisme adat dalam menjaga kesinambungan kepemimpinan,
Desa Adat Lembeng melaksanakan prosesi Majaya-Jaya dan pengukuhan Bendesa Adat
serta jajaran prajuru periode 2026–2029. Kegiatan yang berlangsung dengan
khidmat ini turut dihadiri oleh Babinsa Desa Ketewel Koramil 1616-05/Sukawati
Sertu I Wayan Suparta dan Bhabinkamtibmas Ketewel Aiptu I Kadek Sipinwijaya,
sebagai bentuk dukungan terhadap kelestarian adat dan stabilitas wilayah.
Kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas
dalam kegiatan tersebut merupakan wujud sinergi aparat kewilayahan dalam
mendukung kelancaran serta menjaga keamanan setiap kegiatan adat dan
pemerintahan desa, sekaligus mempererat hubungan dengan tokoh masyarakat dan
prajuru adat.
Rangkaian acara diawali dengan
pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan
Indonesia Raya, pembacaan doa, serta laporan panitia. Prosesi utama berupa
pengukuhan dan pengambilan sumpah jabatan Bendesa Adat beserta prajuru baru
dilaksanakan secara sakral, diikuti dengan penandatanganan berita acara sebagai
tanda sahnya kepengurusan yang baru. Acara kemudian ditutup dengan serah terima
buku awig-awig dari Bendesa lama kepada Bendesa baru sebagai simbol
kesinambungan kepemimpinan dan pelestarian hukum adat yang berlaku di Desa Adat
Lembeng.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut
perwakilan Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Gianyar dan Kecamatan Sukawati,
WHDI Desa Ketewel, Perbekel Desa Ketewel, Bendesa Adat lama beserta jajaran,
Bendesa Adat baru beserta staf, para jero mangku se-Desa Adat Lembeng, serta
kelian dinas dan kelian adat dari seluruh banjar di wilayah tersebut. Kehadiran
berbagai unsur ini mencerminkan kuatnya dukungan terhadap kepemimpinan adat
yang baru.
Secara keseluruhan, prosesi
Majaya-Jaya dan pengukuhan Bendesa Adat Lembeng berlangsung dengan tertib,
aman, dan lancar. Babinsa bersama Bhabinkamtibmas turut memantau jalannya
kegiatan hingga selesai, memastikan seluruh rangkaian acara berjalan kondusif dan
penuh khidmat sebagai bagian dari pelestarian nilai-nilai adat dan budaya Bali.
(Pendim 1616/Gianyar)
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar