Gianyar – Lebih, Selasa (17/3/2026) Dalam rangka menyambut
Hari Raya Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1948 (2026), ribuan warga Desa Adat Kesian
melaksanakan prosesi penyucian diri dan alam semesta melalui upacara Melasti ke
segara Pantai Lebih. Derap langkah pemedek yang berjalan khidmat menuju pesisir
menjadi gambaran kuatnya nilai spiritual dan kebersamaan yang terjaga di tengah
masyarakat.
Babinsa Desa Lebih Koramil 1616-01/Gianyar, Serka Wayan
Suama, bersama Bhabinkamtibmas Desa Lebih Aiptu Made Sudiarta dan Pecalang
setempat, sigap melaksanakan pengawalan sekaligus pengaturan lalu lintas. Upaya
ini dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan mengingat ribuan pemedek berjalan
kaki beriringan sambil mengiring pratima dari Pura Jagat Pakraman Desa Adat
Kesian menuju segara Pantai Lebih melalui jalur utama.
Dengan penuh dedikasi, Babinsa bersinergi bersama unsur adat
memastikan arus lalu lintas tetap lancar dan terkendali, sehingga prosesi suci
dapat berlangsung tertib tanpa mengganggu aktivitas masyarakat lainnya.
Pengawalan ini tidak hanya menjaga kelancaran, tetapi juga memberikan rasa aman
dan nyaman bagi umat yang melaksanakan ritual sakral tersebut.
Setibanya di segara Pantai Lebih, prosesi Melasti
berlangsung khidmat. Upacara pemelastian dipuput oleh Jro Mangku, dilanjutkan
dengan persembahyangan bersama oleh seluruh pemedek. Ritual ini merupakan wujud
penyucian sebelum Hari Raya Nyepi, agar jagat dan kehidupan senantiasa
terlindungi serta harmonis.
Usai prosesi di pantai, pratima kembali diiring menuju pura
masing-masing di wilayah Desa Adat Kesian. Diperkirakan sekitar 2.000 warga
turut hadir dalam kegiatan tersebut, yang seluruh rangkaiannya berjalan aman,
tertib, dan lancar berkat sinergi TNI-Polri bersama Pecalang
Kehadiran Babinsa di tengah kegiatan keagamaan masyarakat
kembali menegaskan komitmen TNI dalam mendukung serta mengawal setiap aktivitas
adat dan budaya, demi terciptanya situasi wilayah yang kondusif.
(Pendim 1616/Gianyar)
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar