Kodim Gianyar Ajak Semua Elemen Bersatu, Tangkal Potensi Konflik Sejak Dini

 

Gianyar – Makodim, Rabu (15/4/2026) Dalam upaya memperkuat stabilitas keamanan wilayah, Kodim 1616/Gianyar menegaskan komitmennya melalui kegiatan Pembinaan Komunikasi Cegah Konflik Sosial yang diselenggarakan oleh Sintelad, bertempat di Gedung Manunggal TNI-Rakyat Makodim 1616/Gianyar.

 

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam membangun sinergi antara aparat pemerintah, TNI-Polri, serta seluruh elemen masyarakat guna mengantisipasi potensi konflik sosial sejak dini. Hadir sebagai narasumber dari Sintelad, Pabandya-1/Renproggar Spaban I/Ren Sintelad, Letkol Inf Fernando Batubara, S.Sos., yang menyampaikan materi terkait wawasan kebangsaan sebagai fondasi utama dalam menjaga persatuan bangsa.

 

Dalam sambutannya, Dandim 1616/Gianyar menegaskan bahwa potensi konflik sosial dapat muncul kapan saja akibat perbedaan kepentingan, pandangan, maupun penyebaran informasi yang tidak benar. Oleh karena itu, komunikasi yang efektif, sikap saling menghargai, serta sinergi antar seluruh komponen bangsa menjadi kunci utama dalam menjaga kondusifitas wilayah. Dandim juga mengingatkan seluruh pihak agar bijak dalam menyikapi informasi di era digital dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum tentu kebenarannya.

 

Sementara itu, sambutan Asintel Kasad yang dibacakan oleh Letkol Inf Fernando Batubara menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi kerawanan konflik baik vertikal maupun horizontal yang dapat berdampak serius terhadap keamanan dan stabilitas nasional. Oleh sebab itu, pembinaan komunikasi seperti ini menjadi sarana preventif yang efektif dalam meningkatkan kewaspadaan serta kemampuan deteksi dini terhadap potensi konflik.

 

Dalam sesi pemaparan materi, para narasumber memberikan perspektif komprehensif terkait pencegahan konflik sosial. Materi wawasan kebangsaan menekankan pentingnya nilai saling menghormati sebagai benteng utama persatuan. Dari sisi penegakan hukum, Polres Gianyar menegaskan bahwa setiap konflik harus ditangani secara tegas, profesional, dan proporsional. Sementara itu, Kabankesbangpol menyoroti bahwa konflik merupakan bagian dari dinamika sosial yang harus dikelola dengan baik melalui komunikasi yang efektif, bukan dihindari, agar tidak berkembang menjadi konflik terbuka.

 

Kegiatan dilanjutkan dengan forum diskusi interaktif, sesi tanya jawab, serta penyerahan cinderamata kepada narasumber, sebelum akhirnya ditutup dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri sebagai simbol semangat kebangsaan.

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 1616/Gianyar Letkol Kav Rizal Wijaya, S.H., M.I.P., Kapolres Gianyar yang diwakili Kasatreskrim AKP M. Guruh Firmansyah, S.Tr.K., S.I.K., M.H., Kabankesbangpol Kabupaten Gianyar I Komang Alit Adnyana, S.STP., jajaran Perwira Staf dan Danramil Kodim 1616/Gianyar, serta perwakilan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat se-Kabupaten Gianyar.

 

Melalui kegiatan ini, Kodim 1616/Gianyar menegaskan bahwa pencegahan konflik sosial bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa. Dengan memperkuat komunikasi, meningkatkan sinergi, serta menanamkan nilai toleransi dan persatuan, diharapkan wilayah Gianyar tetap aman, damai, dan kondusif.

 

(Pendim 1616/Gianyar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar