Pengamanan Humanis Babinsa Warnai Prosesi Pelebon di Desa Adat Pengosekan

 

 

Gianyar – Ubud, Selasa (21/4/2026)

Di tengah khidmatnya prosesi adat yang sarat makna spiritual, kehadiran Babinsa kembali menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan kelancaran kegiatan masyarakat. Bertempat di Desa Adat Pengosekan, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Babinsa Desa Mas Koramil 1616-02/Ubud Sertu Made Surita bersama Bhabinkamtibmas Aiptu Made Karuna Arnawa dan Pecalang setempat melaksanakan pengamanan sekaligus pengaturan arus lalu lintas dalam rangkaian upacara Pelebon/Pitra Yadnya almarhum Jero Anyar Pengosekan, Desak Putu Alit (87), yang meninggal dunia karena sakit.

Rangkaian upacara diawali di rumah duka dengan prosesi Nyiramin Layon atau memandikan jenazah, dilanjutkan dengan upacara Darpanan/Ngaskara sebagai bentuk penyucian. Selanjutnya dilaksanakan upacara melaspas sarana pelebon berupa Bade dan Lembu Hitam Nandaka, serta mecaru galang kangin sebagai bagian dari ritual sebelum pemberangkatan jenazah menuju setra.

Usai seluruh prosesi di rumah duka, jenazah almarhum diberangkatkan menuju Kuburan Desa Adat Pengosekan dengan diusung secara gotong royong oleh warga. Setibanya di setra, prosesi dilanjutkan dengan kremasi atau pembakaran jenazah, dan kemudian rangkaian upacara diakhiri dengan prosesi nganyut, yaitu pelarungan abu jenazah di Pantai Lembeng, Sukawati.

Dalam seluruh rangkaian kegiatan tersebut, Babinsa bersama unsur keamanan lainnya hadir di tengah masyarakat untuk memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar. Pengamanan difokuskan pada jalur utama sepanjang kurang lebih 800 meter, mulai dari Jalan Raya Pengosekan hingga menuju setra.

Pengaturan arus lalu lintas dilakukan dengan sistem buka-tutup (CB 1) secara situasional dan prioritas, guna menghindari kemacetan serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang melaksanakan upacara maupun pengguna jalan lainnya. Sinergi antara Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Pecalang menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.

Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya sebagai aparat kewilayahan, tetapi juga sebagai wujud nyata kepedulian dan dukungan terhadap pelestarian adat, tradisi, serta nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi jati diri masyarakat Bali.

Dengan pengamanan yang optimal dan penuh humanis, seluruh rangkaian upacara Pelebon/Pitra Yadnya berlangsung dengan khidmat, lancar, dan penuh rasa kebersamaan.

 

(Pendim 1616/Gianyar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar