Gianyar –
Tegallalang, Senin (8/6/2026) Membangun karakter anak sejak usia dini menjadi
langkah penting dalam menciptakan generasi yang berakhlak, peduli, dan tangguh
menghadapi berbagai tantangan. Berangkat dari semangat tersebut, Babinsa Desa
Keliki Koramil 1616-06/Tegallalang, Sertu Dewa Made Sudiarta, menghadiri
undangan untuk memberikan edukasi tentang anti-bullying serta antisipasi
bencana alam, khususnya gempa bumi, kepada siswa-siswi PAUD (Kelompok Bermain)
Rare Kumara Santhi yang berlokasi di Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang,
Kabupaten Gianyar.
Kegiatan
tersebut dihadiri oleh Kepala Sekolah Ni Kadek Buda Ani, S.Kom, para guru PAUD,
orang tua/wali murid, serta sekitar 30 siswa-siswi PAUD dan TK yang mengikuti
kegiatan dengan penuh antusias.
Dalam
penyampaiannya, Babinsa mengajak anak-anak untuk saling mengenal, saling
menyayangi, menghormati, dan membantu sesama teman. Melalui pendekatan yang
sederhana dan mudah dipahami, Babinsa menjelaskan bahwa bullying atau
perundungan merupakan perilaku yang dapat menyakiti perasaan teman, baik
melalui perkataan, ejekan, tindakan kasar, maupun mengucilkan teman dari
pergaulan.
"Kita
semua adalah teman. Teman tidak boleh saling mengejek, mendorong, memukul, atau
membuat teman sedih. Jika ada teman yang kesulitan, kita harus membantu dan
mengajaknya bermain bersama," pesan Babinsa kepada para siswa.
Babinsa juga
menanamkan nilai-nilai kepedulian dan keberanian kepada anak-anak agar tidak
takut melaporkan kepada guru maupun orang tua apabila melihat atau mengalami
tindakan yang tidak menyenangkan di lingkungan sekolah. Dengan demikian,
suasana belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan dapat terus terjaga.
Selain
memberikan edukasi tentang anti-bullying, Babinsa turut menyampaikan
langkah-langkah sederhana yang harus dilakukan apabila terjadi gempa bumi.
Anak-anak diajarkan untuk tetap tenang, tidak panik, berlindung di tempat yang
aman sesuai arahan guru, menjauhi benda yang berpotensi jatuh, serta mengikuti
prosedur evakuasi dengan tertib setelah guncangan berhenti.
Dengan kegiatan
tersebut, diharapkan tumbuh kesadaran sejak dini tentang pentingnya sikap
saling menghargai, peduli terhadap sesama, serta memiliki kesiapsiagaan
menghadapi situasi darurat, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang aman,
ramah anak, dan bebas dari tindakan perundungan.
(Pendim
1616/Gianyar)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar