Di Tengah Sakralnya Tradisi Ngaben, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Wujudkan Rasa Aman bagi Masyarakat.

 

 

Gianyar – Blahbatuh, Senin (8/6/2026) Wujud nyata pengabdian TNI di tengah masyarakat kembali ditunjukkan melalui keterlibatan aktif dalam mendukung kelancaran kegiatan adat dan budaya yang menjadi bagian penting kehidupan masyarakat Bali. Seperti yang dilakukan Babinsa Desa Bedulu Koramil 1616-04/Blahbatuh Serka I Wayan Juliawan bersama Bhabinkamtibmas Desa Bedulu Aiptu I Putu Suadnya dan jajaran Pecalang Desa Adat Bedulu, dengan melaksanakan pengamanan serta pengaturan arus lalu lintas pada pelaksanaan Upacara Pitra Yadnya (Ngaben).

Kegiatan yang berlangsung dari rumah duka di Banjar Adat Tengah menuju Setra Desa Adat Bedulu, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh tersebut dilaksanakan untuk mengantar almarhumah Jero Katini, ibunda dari Bendesa Adat Bedulu, yang berpulang pada usia 75 tahun karena sakit.

Upacara adat yang sarat makna spiritual dan dihadiri sekitar 800 warga tersebut turut dihadiri oleh Bendesa Adat Bedulu Gusti Ngurah Nyoman Susatia Putra, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Bedulu, Klian Adat Tengah, Pecalang Desa Adat Bedulu, keluarga besar almarhumah, serta masyarakat setempat yang datang memberikan penghormatan terakhir.

Dalam pelaksanaannya, Babinsa bersama Bhabinkamtibmas dan Pecalang bersinergi mengawal jalannya prosesi mulai dari pemberangkatan jenazah yang ditempatkan di atas Bade, pengaturan jalur iring-iringan warga, hingga pengamanan di lokasi setra guna memastikan seluruh rangkaian upacara berjalan aman, tertib, dan lancar. Kehadiran aparat di tengah masyarakat juga bertujuan memberikan rasa nyaman bagi warga yang mengikuti prosesi adat tersebut.

“Upacara Ngaben merupakan warisan budaya dan adat istiadat yang memiliki nilai spiritual tinggi bagi umat Hindu di Bali. Kehadiran Babinsa bersama unsur terkait bertujuan membantu kelancaran prosesi, menjaga keamanan, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan khidmat dan tertib,”.

Prosesi Pitra Yadnya berlangsung dengan penuh khidmat, diawali dengan prosesi adat di rumah duka dilanjutkan pengantaran jenazah menuju setra untuk selanjutnya dilaksanakan upacara kremasi dan rangkaian ritual lainnya yang dipuput oleh seorang Pinandita, didampingi para prajuru adat, keluarga, kerabat, serta ratusan warga yang turut mengantar dan mendoakan almarhumah hingga ke peristirahatan terakhir.

 

(Pendim 1616/Gianyar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar