Meriahkan Bulan Bung Karno VIII, Babinsa Kemenuh Dukung Lomba Lawar Dehe Teruna

 

Gianyar – Sukawati, Rabu (10/6/2026) Semangat perjuangan Bung Karno tidak hanya dikenang melalui seremonial, tetapi juga diwujudkan lewat pelestarian budaya, tradisi, dan kearifan lokal yang menjadi jati diri bangsa. Semangat itulah yang tercermin dalam pelaksanaan Lomba Lawar Dehe Teruna se-Desa Adat Kemenuh yang digelar di Balai Banjar Tengkulak Mas, Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.

 

Dalam kegiatan yang mengusung tema "Kawya Atma Kerthi" (Merayakan Jiwa Perjuangan Proklamator melalui Pelestarian Tradisi dan Kuliner Khas Bali) tersebut, Babinsa Desa Kemenuh Koramil 1616-05/Sukawati Serka I Gede Jayasa bersama Bhabinkamtibmas Desa Kemenuh Aipda I Ketut Suparga turut hadir memberikan dukungan terhadap upaya pelestarian budaya yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026.

 

Kegiatan dihadiri oleh Perbekel Desa Kemenuh, Ketua BPD beserta anggota, Bendesa Adat se-Desa Kemenuh, para Kelihan Dinas, Penata Layanan Operasional Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ketua TP PKK Desa Kemenuh, Pendamping Desa, Ketua STT se-Desa Kemenuh, Ketua Karang Taruna Desa Kemenuh, dewan juri, serta panitia pelaksana.

 

Lomba diikuti oleh perwakilan Dehe Teruna dari enam Desa Adat se-Desa Kemenuh, yakni Desa Adat Kemenuh, Desa Adat Tegenungan, Desa Adat Sumampan, Desa Adat Tengkulak Kelod, Desa Adat Tengkulak Tengah, dan Desa Adat Tengkulak Kaja. Masing-masing desa mengirimkan tiga peserta terbaik untuk menunjukkan kemampuan meracik lawar, salah satu kuliner tradisional Bali yang sarat nilai budaya dan filosofi kehidupan masyarakat Bali.

 

Suasana kompetisi berlangsung meriah dan penuh semangat. Para peserta tidak hanya dituntut memiliki keterampilan dalam mengolah bahan dan meracik cita rasa lawar, tetapi juga memahami nilai-nilai tradisi yang terkandung di dalamnya. Penilaian dilakukan oleh dewan juri berdasarkan teknik pengolahan, cita rasa, penyajian, kebersihan, serta pemahaman peserta terhadap filosofi kuliner tradisional Bali.

 

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Dehe Teruna Desa Adat Tengkulak Tengah berhasil meraih Juara I dan memperoleh hadiah uang tunai sebesar Rp1.500.000. Juara II diraih oleh Dehe Teruna Desa Adat Tegenungan dengan hadiah Rp1.000.000, sementara Juara III diraih oleh Dehe Teruna Desa Adat Tengkulak Kelod dengan hadiah Rp750.000. Adapun Juara Harapan I, II, dan III masing-masing memperoleh uang pembinaan sebesar Rp500.000 sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan kreativitas yang ditunjukkan selama perlombaan.

 

(Pendim 1616/Gianyar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar