Dari Musyawarah ke Kemajuan: Peran Aktif Babinsa Dukung Terbentuknya LPM Bitera 2026–2031

 

Gianyar – Bitera, Kamis (26/2/2026) Peran aktif aparat kewilayahan dalam mendukung penguatan kelembagaan desa kembali terlihat melalui kehadiran Babinsa dalam proses demokrasi tingkat kelurahan. Babinsa Kelurahan Bitera Koramil 1616-01/Gianyar, Koptu I Gusti Ngurah Aryo Purnomo, bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Bitera Aipda I Dewa Ketut Artana menghadiri kegiatan pemilihan Ketua dan Kepengurusan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Bitera periode 2026–2031 yang digelar di ruang rapat Kelurahan Bitera, Kecamatan Gianyar.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Lurah Bitera I Kadek Karyana, S.E., Kasi Pembangunan I Wayan Sudira, para kepala lingkungan se-Kelurahan Bitera, serta para calon ketua dan calon pengurus LPM dari masing-masing lingkungan. Suasana musyawarah berlangsung tertib, penuh semangat kebersamaan, dan mencerminkan komitmen warga dalam memilih pengurus yang mampu membawa kemajuan bagi kelurahan.

Berdasarkan hasil pemilihan, terpilih I Nyoman Subawa sebagai Ketua LPM, didampingi I Wayan Swasta Adi sebagai Sekretaris dan Ni Wayan Sukerni sebagai Bendahara. Sementara itu, bidang-bidang strategis diisi oleh Wayan Nurida (Bidang Pembangunan), I Made Sukawana (Bidang Pendidikan dan Kepemudaan), I Komang Apriana (Bidang Kebudayaan dan Pariwisata), serta Anak Agung Candra (Bidang Pemberdayaan dan Perempuan).

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan ini merupakan wujud nyata dukungan TNI terhadap penguatan sistem pemerintahan dan pembangunan berbasis masyarakat. Selain memastikan kegiatan berjalan aman dan kondusif, Babinsa juga berperan sebagai penghubung yang mempererat sinergi antara pemerintah kelurahan, aparat keamanan, dan masyarakat.

Dengan terbentuknya kepengurusan LPM yang baru, diharapkan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Bitera dapat berjalan lebih terarah, partisipatif, dan berkelanjutan. Babinsa pun menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi setiap upaya pembangunan desa demi terwujudnya kesejahteraan dan ketahanan wilayah yang semakin kuat.

(Pendim 1616/Gianyar)

Babinsa Bitera Kawal Demokrasi Kelurahan, Perkuat Fondasi Pembangunan Berbasis Masyarakat

 

Gianyar – Bitera, Kamis (26/2/2026) Peran aktif aparat kewilayahan dalam mendukung penguatan kelembagaan desa kembali terlihat melalui kehadiran Babinsa dalam proses demokrasi tingkat kelurahan. Babinsa Kelurahan Bitera Koramil 1616-01/Gianyar, Koptu I Gusti Ngurah Aryo Purnomo, bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Bitera Aipda I Dewa Ketut Artana menghadiri kegiatan pemilihan Ketua dan Kepengurusan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Bitera periode 2026–2031 yang digelar di ruang rapat Kelurahan Bitera, Kecamatan Gianyar.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Lurah Bitera I Kadek Karyana, S.E., Kasi Pembangunan I Wayan Sudira, para kepala lingkungan se-Kelurahan Bitera, serta para calon ketua dan calon pengurus LPM dari masing-masing lingkungan. Suasana musyawarah berlangsung tertib, penuh semangat kebersamaan, dan mencerminkan komitmen warga dalam memilih pengurus yang mampu membawa kemajuan bagi kelurahan.

Berdasarkan hasil pemilihan, terpilih I Nyoman Subawa sebagai Ketua LPM, didampingi I Wayan Swasta Adi sebagai Sekretaris dan Ni Wayan Sukerni sebagai Bendahara. Sementara itu, bidang-bidang strategis diisi oleh Wayan Nurida (Bidang Pembangunan), I Made Sukawana (Bidang Pendidikan dan Kepemudaan), I Komang Apriana (Bidang Kebudayaan dan Pariwisata), serta Anak Agung Candra (Bidang Pemberdayaan dan Perempuan).

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan ini merupakan wujud nyata dukungan TNI terhadap penguatan sistem pemerintahan dan pembangunan berbasis masyarakat. Selain memastikan kegiatan berjalan aman dan kondusif, Babinsa juga berperan sebagai penghubung yang mempererat sinergi antara pemerintah kelurahan, aparat keamanan, dan masyarakat.

Dengan terbentuknya kepengurusan LPM yang baru, diharapkan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Bitera dapat berjalan lebih terarah, partisipatif, dan berkelanjutan. Babinsa pun menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi setiap upaya pembangunan desa demi terwujudnya kesejahteraan dan ketahanan wilayah yang semakin kuat.

(Pendim 1616/Gianyar)

Babinsa Saba Pimpin Gotong Royong, Warga Bersatu Bersihkan Reruntuhan Candi Kori Agung

 

Gianyar – Blahbatuh, Kamis (26/2/2026) Cuaca ekstrem yang disertai hujan berkepanjangan kembali menimbulkan dampak di wilayah Kabupaten Gianyar. Kali ini, bangunan Candi Kori Agung di Pura Dalem Kauh, Desa Adat Saba, Kecamatan Blahbatuh, mengalami kerusakan dan roboh akibat derasnya curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Merespons kejadian tersebut, Babinsa Desa Saba Koramil 1616-04/Blahbatuh, Pelda I Wayan Yasa, bersama Bhabinkamtibmas Desa Saba Bripka I Nyoman Mara Arta dan warga setempat segera turun ke lokasi untuk melaksanakan kegiatan gotong royong pembersihan material reruntuhan. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah awal penanganan pascakejadian sekaligus memastikan area pura tetap aman dan tertata.

Bertempat di areal Pura Dalem Kauh Desa Adat Saba, aparat kewilayahan bersama sekitar 75 warga bahu-membahu membersihkan puing-puing bangunan, memilah material yang masih dapat digunakan, serta merapikan lingkungan sekitar pura. Semangat kebersamaan dan kepedulian masyarakat terlihat jelas dalam upaya menjaga kesucian dan kelestarian tempat ibadah tersebut.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bendesa Adat Saba, para kepala kewilayahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat Desa Saba. Kehadiran aparat kewilayahan tidak hanya membantu percepatan penanganan, tetapi juga memberikan rasa aman dan memperkuat solidaritas warga dalam menghadapi dampak bencana.

Pelda I Wayan Yasa di sela kegiatan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi dampak cuaca ekstrem serta segera melaporkan apabila terdapat kerusakan bangunan atau kondisi berbahaya lainnya. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga keselamatan saat beraktivitas di sekitar bangunan yang terdampak.

Kegiatan gotong royong ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI, Polri, aparat adat, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian tempat suci sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah situasi bencana. Dengan kerja sama yang solid, diharapkan proses pemulihan dapat berjalan lancar dan Pura Dalem Kauh kembali tertata dengan baik.

(Pendim 1616/Gianyar)

Hujan Ekstrem Robohkan Candi Kori Agung, Babinsa dan Warga Bergerak Cepat Lakukan Penanganan

 

Gianyar – Blahbatuh, Kamis (26/2/2026) Cuaca ekstrem yang disertai hujan berkepanjangan kembali menimbulkan dampak di wilayah Kabupaten Gianyar. Kali ini, bangunan Candi Kori Agung di Pura Dalem Kauh, Desa Adat Saba, Kecamatan Blahbatuh, mengalami kerusakan dan roboh akibat derasnya curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Merespons kejadian tersebut, Babinsa Desa Saba Koramil 1616-04/Blahbatuh, Pelda I Wayan Yasa, bersama Bhabinkamtibmas Desa Saba Bripka I Nyoman Mara Arta dan warga setempat segera turun ke lokasi untuk melaksanakan kegiatan gotong royong pembersihan material reruntuhan. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah awal penanganan pascakejadian sekaligus memastikan area pura tetap aman dan tertata.

Bertempat di areal Pura Dalem Kauh Desa Adat Saba, aparat kewilayahan bersama sekitar 75 warga bahu-membahu membersihkan puing-puing bangunan, memilah material yang masih dapat digunakan, serta merapikan lingkungan sekitar pura. Semangat kebersamaan dan kepedulian masyarakat terlihat jelas dalam upaya menjaga kesucian dan kelestarian tempat ibadah tersebut.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bendesa Adat Saba, para kepala kewilayahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat Desa Saba. Kehadiran aparat kewilayahan tidak hanya membantu percepatan penanganan, tetapi juga memberikan rasa aman dan memperkuat solidaritas warga dalam menghadapi dampak bencana.

Pelda I Wayan Yasa di sela kegiatan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi dampak cuaca ekstrem serta segera melaporkan apabila terdapat kerusakan bangunan atau kondisi berbahaya lainnya. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga keselamatan saat beraktivitas di sekitar bangunan yang terdampak.

Kegiatan gotong royong ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI, Polri, aparat adat, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian tempat suci sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah situasi bencana. Dengan kerja sama yang solid, diharapkan proses pemulihan dapat berjalan lancar dan Pura Dalem Kauh kembali tertata dengan baik.

(Pendim 1616/Gianyar)

Sinergi TNI–Polri dan Krama Adat, Pemulihan Pura Dalem Kauh Dilakukan Secara Gotong Royong

 

Gianyar – Blahbatuh, Kamis (26/2/2026) Cuaca ekstrem yang disertai hujan berkepanjangan kembali menimbulkan dampak di wilayah Kabupaten Gianyar. Kali ini, bangunan Candi Kori Agung di Pura Dalem Kauh, Desa Adat Saba, Kecamatan Blahbatuh, mengalami kerusakan dan roboh akibat derasnya curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Merespons kejadian tersebut, Babinsa Desa Saba Koramil 1616-04/Blahbatuh, Pelda I Wayan Yasa, bersama Bhabinkamtibmas Desa Saba Bripka I Nyoman Mara Arta dan warga setempat segera turun ke lokasi untuk melaksanakan kegiatan gotong royong pembersihan material reruntuhan. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah awal penanganan pascakejadian sekaligus memastikan area pura tetap aman dan tertata.

Bertempat di areal Pura Dalem Kauh Desa Adat Saba, aparat kewilayahan bersama sekitar 75 warga bahu-membahu membersihkan puing-puing bangunan, memilah material yang masih dapat digunakan, serta merapikan lingkungan sekitar pura. Semangat kebersamaan dan kepedulian masyarakat terlihat jelas dalam upaya menjaga kesucian dan kelestarian tempat ibadah tersebut.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bendesa Adat Saba, para kepala kewilayahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat Desa Saba. Kehadiran aparat kewilayahan tidak hanya membantu percepatan penanganan, tetapi juga memberikan rasa aman dan memperkuat solidaritas warga dalam menghadapi dampak bencana.

Pelda I Wayan Yasa di sela kegiatan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi dampak cuaca ekstrem serta segera melaporkan apabila terdapat kerusakan bangunan atau kondisi berbahaya lainnya. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga keselamatan saat beraktivitas di sekitar bangunan yang terdampak.

Kegiatan gotong royong ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI, Polri, aparat adat, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian tempat suci sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah situasi bencana. Dengan kerja sama yang solid, diharapkan proses pemulihan dapat berjalan lancar dan Pura Dalem Kauh kembali tertata dengan baik.

(Pendim 1616/Gianyar)

Babinsa Hadir di Tengah Bencana, Pembersihan Pura Dalem Kauh Wujud Kepedulian Bersama

 

Gianyar – Blahbatuh, Kamis (26/2/2026) Cuaca ekstrem yang disertai hujan berkepanjangan kembali menimbulkan dampak di wilayah Kabupaten Gianyar. Kali ini, bangunan Candi Kori Agung di Pura Dalem Kauh, Desa Adat Saba, Kecamatan Blahbatuh, mengalami kerusakan dan roboh akibat derasnya curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Merespons kejadian tersebut, Babinsa Desa Saba Koramil 1616-04/Blahbatuh, Pelda I Wayan Yasa, bersama Bhabinkamtibmas Desa Saba Bripka I Nyoman Mara Arta dan warga setempat segera turun ke lokasi untuk melaksanakan kegiatan gotong royong pembersihan material reruntuhan. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah awal penanganan pascakejadian sekaligus memastikan area pura tetap aman dan tertata.

Bertempat di areal Pura Dalem Kauh Desa Adat Saba, aparat kewilayahan bersama sekitar 75 warga bahu-membahu membersihkan puing-puing bangunan, memilah material yang masih dapat digunakan, serta merapikan lingkungan sekitar pura. Semangat kebersamaan dan kepedulian masyarakat terlihat jelas dalam upaya menjaga kesucian dan kelestarian tempat ibadah tersebut.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bendesa Adat Saba, para kepala kewilayahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat Desa Saba. Kehadiran aparat kewilayahan tidak hanya membantu percepatan penanganan, tetapi juga memberikan rasa aman dan memperkuat solidaritas warga dalam menghadapi dampak bencana.

Pelda I Wayan Yasa di sela kegiatan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi dampak cuaca ekstrem serta segera melaporkan apabila terdapat kerusakan bangunan atau kondisi berbahaya lainnya. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga keselamatan saat beraktivitas di sekitar bangunan yang terdampak.

Kegiatan gotong royong ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI, Polri, aparat adat, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian tempat suci sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah situasi bencana. Dengan kerja sama yang solid, diharapkan proses pemulihan dapat berjalan lancar dan Pura Dalem Kauh kembali tertata dengan baik.

(Pendim 1616/Gianyar)

Cuaca Ekstrem Uji Ketangguhan Warga Saba, Babinsa Pimpin Aksi Bersih Reruntuhan Pura

 

Gianyar – Blahbatuh, Kamis (26/2/2026) Cuaca ekstrem yang disertai hujan berkepanjangan kembali menimbulkan dampak di wilayah Kabupaten Gianyar. Kali ini, bangunan Candi Kori Agung di Pura Dalem Kauh, Desa Adat Saba, Kecamatan Blahbatuh, mengalami kerusakan dan roboh akibat derasnya curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Merespons kejadian tersebut, Babinsa Desa Saba Koramil 1616-04/Blahbatuh, Pelda I Wayan Yasa, bersama Bhabinkamtibmas Desa Saba Bripka I Nyoman Mara Arta dan warga setempat segera turun ke lokasi untuk melaksanakan kegiatan gotong royong pembersihan material reruntuhan. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah awal penanganan pascakejadian sekaligus memastikan area pura tetap aman dan tertata.

Bertempat di areal Pura Dalem Kauh Desa Adat Saba, aparat kewilayahan bersama sekitar 75 warga bahu-membahu membersihkan puing-puing bangunan, memilah material yang masih dapat digunakan, serta merapikan lingkungan sekitar pura. Semangat kebersamaan dan kepedulian masyarakat terlihat jelas dalam upaya menjaga kesucian dan kelestarian tempat ibadah tersebut.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bendesa Adat Saba, para kepala kewilayahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat Desa Saba. Kehadiran aparat kewilayahan tidak hanya membantu percepatan penanganan, tetapi juga memberikan rasa aman dan memperkuat solidaritas warga dalam menghadapi dampak bencana.

Pelda I Wayan Yasa di sela kegiatan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi dampak cuaca ekstrem serta segera melaporkan apabila terdapat kerusakan bangunan atau kondisi berbahaya lainnya. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga keselamatan saat beraktivitas di sekitar bangunan yang terdampak.

Kegiatan gotong royong ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI, Polri, aparat adat, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian tempat suci sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah situasi bencana. Dengan kerja sama yang solid, diharapkan proses pemulihan dapat berjalan lancar dan Pura Dalem Kauh kembali tertata dengan baik.

(Pendim 1616/Gianyar)

Gerak Cepat Danramil Payangan Pimpin Evakuasi Longsor, Akses Melinggih–Bukian Kembali Normal

 

Gianyar - Payangan, Hujan deras yang mengguyur wilayah Payangan pada Rabu petang (25/2/2026) memicu terjadinya tanah longsor disertai tumbangnya rumpun bambu yang menutup badan jalan penghubung Banjar Melinggih menuju Desa Bukian. Merespons situasi darurat tersebut, Koramil 1616-07/Payangan di bawah pimpinan Danramil Kapten Inf I Wayan Sudarmika bergerak cepat bersama instansi terkait untuk melakukan penanganan dan membuka kembali akses vital warga.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.40 WITA itu menyebabkan jalur utama tertutup material tanah dan batang bambu akibat curah hujan tinggi serta kondisi tanah yang labil. Menyadari pentingnya jalur tersebut bagi mobilitas masyarakat, Danramil langsung mengoordinasikan pengerahan personel dan peralatan guna mempercepat proses evakuasi material longsor.

Kegiatan pembersihan melibatkan sinergi lintas instansi, antara lain 1 unit loader dari BPBD Kabupaten Gianyar, 1 unit mobil pemadam kebakaran Kecamatan Payangan, 2 personel Babinsa Koramil 1616-07/Payangan, 5 personel Polsek Payangan, 12 personel BPBD Kabupaten Gianyar, 4 personel Damkar, kepala dusun, serta sekitar 10 warga setempat yang turut bergotong royong di lokasi kejadian.

Berkat kerja sama dan koordinasi yang solid, material longsor dan rumpun bambu berhasil disingkirkan sehingga jalur penghubung kembali normal dan dapat dilalui masyarakat. Meski demikian, Danramil Kapten Inf I Wayan Sudarmika mengimbau warga agar tetap berhati-hati saat melintas di lokasi, mengingat kondisi jalan masih licin dan rawan akibat sisa material serta kelembapan tanah pascahujan.

Kehadiran Koramil 1616-07/Payangan dalam penanganan bencana ini merupakan wujud nyata peran TNI dalam membantu masyarakat serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait. Semangat gotong royong yang ditunjukkan seluruh pihak diharapkan terus terjaga sebagai kekuatan utama dalam menghadapi potensi bencana alam di wilayah Payangan.

(Pendim 1616/Gianyar)

Sinergi TNI–BPBD–Polri Tangani Longsor di Payangan, Jalan Vital Warga Berhasil Dibuka

 

Gianyar - Payangan, Hujan deras yang mengguyur wilayah Payangan pada Rabu petang (25/2/2026) memicu terjadinya tanah longsor disertai tumbangnya rumpun bambu yang menutup badan jalan penghubung Banjar Melinggih menuju Desa Bukian. Merespons situasi darurat tersebut, Koramil 1616-07/Payangan di bawah pimpinan Danramil Kapten Inf I Wayan Sudarmika bergerak cepat bersama instansi terkait untuk melakukan penanganan dan membuka kembali akses vital warga.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.40 WITA itu menyebabkan jalur utama tertutup material tanah dan batang bambu akibat curah hujan tinggi serta kondisi tanah yang labil. Menyadari pentingnya jalur tersebut bagi mobilitas masyarakat, Danramil langsung mengoordinasikan pengerahan personel dan peralatan guna mempercepat proses evakuasi material longsor.

Kegiatan pembersihan melibatkan sinergi lintas instansi, antara lain 1 unit loader dari BPBD Kabupaten Gianyar, 1 unit mobil pemadam kebakaran Kecamatan Payangan, 2 personel Babinsa Koramil 1616-07/Payangan, 5 personel Polsek Payangan, 12 personel BPBD Kabupaten Gianyar, 4 personel Damkar, kepala dusun, serta sekitar 10 warga setempat yang turut bergotong royong di lokasi kejadian.

Berkat kerja sama dan koordinasi yang solid, material longsor dan rumpun bambu berhasil disingkirkan sehingga jalur penghubung kembali normal dan dapat dilalui masyarakat. Meski demikian, Danramil Kapten Inf I Wayan Sudarmika mengimbau warga agar tetap berhati-hati saat melintas di lokasi, mengingat kondisi jalan masih licin dan rawan akibat sisa material serta kelembapan tanah pascahujan.

Kehadiran Koramil 1616-07/Payangan dalam penanganan bencana ini merupakan wujud nyata peran TNI dalam membantu masyarakat serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait. Semangat gotong royong yang ditunjukkan seluruh pihak diharapkan terus terjaga sebagai kekuatan utama dalam menghadapi potensi bencana alam di wilayah Payangan.

(Pendim 1616/Gianyar)

Hujan Deras Picu Longsor dan Bambu Tumbang, Koramil Payangan Sigap Amankan Jalur Warga

 

Gianyar - Payangan, Hujan deras yang mengguyur wilayah Payangan pada Rabu petang (25/2/2026) memicu terjadinya tanah longsor disertai tumbangnya rumpun bambu yang menutup badan jalan penghubung Banjar Melinggih menuju Desa Bukian. Merespons situasi darurat tersebut, Koramil 1616-07/Payangan di bawah pimpinan Danramil Kapten Inf I Wayan Sudarmika bergerak cepat bersama instansi terkait untuk melakukan penanganan dan membuka kembali akses vital warga.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.40 WITA itu menyebabkan jalur utama tertutup material tanah dan batang bambu akibat curah hujan tinggi serta kondisi tanah yang labil. Menyadari pentingnya jalur tersebut bagi mobilitas masyarakat, Danramil langsung mengoordinasikan pengerahan personel dan peralatan guna mempercepat proses evakuasi material longsor.

Kegiatan pembersihan melibatkan sinergi lintas instansi, antara lain 1 unit loader dari BPBD Kabupaten Gianyar, 1 unit mobil pemadam kebakaran Kecamatan Payangan, 2 personel Babinsa Koramil 1616-07/Payangan, 5 personel Polsek Payangan, 12 personel BPBD Kabupaten Gianyar, 4 personel Damkar, kepala dusun, serta sekitar 10 warga setempat yang turut bergotong royong di lokasi kejadian.

Berkat kerja sama dan koordinasi yang solid, material longsor dan rumpun bambu berhasil disingkirkan sehingga jalur penghubung kembali normal dan dapat dilalui masyarakat. Meski demikian, Danramil Kapten Inf I Wayan Sudarmika mengimbau warga agar tetap berhati-hati saat melintas di lokasi, mengingat kondisi jalan masih licin dan rawan akibat sisa material serta kelembapan tanah pascahujan.

Kehadiran Koramil 1616-07/Payangan dalam penanganan bencana ini merupakan wujud nyata peran TNI dalam membantu masyarakat serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait. Semangat gotong royong yang ditunjukkan seluruh pihak diharapkan terus terjaga sebagai kekuatan utama dalam menghadapi potensi bencana alam di wilayah Payangan.

(Pendim 1616/Gianyar)

Dipimpin Danramil, Penanganan Longsor di Payangan Tuntas Berkat Gotong Royong Lintas Instansi

 

Gianyar - Payangan, Hujan deras yang mengguyur wilayah Payangan pada Rabu petang (25/2/2026) memicu terjadinya tanah longsor disertai tumbangnya rumpun bambu yang menutup badan jalan penghubung Banjar Melinggih menuju Desa Bukian. Merespons situasi darurat tersebut, Koramil 1616-07/Payangan di bawah pimpinan Danramil Kapten Inf I Wayan Sudarmika bergerak cepat bersama instansi terkait untuk melakukan penanganan dan membuka kembali akses vital warga.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.40 WITA itu menyebabkan jalur utama tertutup material tanah dan batang bambu akibat curah hujan tinggi serta kondisi tanah yang labil. Menyadari pentingnya jalur tersebut bagi mobilitas masyarakat, Danramil langsung mengoordinasikan pengerahan personel dan peralatan guna mempercepat proses evakuasi material longsor.

Kegiatan pembersihan melibatkan sinergi lintas instansi, antara lain 1 unit loader dari BPBD Kabupaten Gianyar, 1 unit mobil pemadam kebakaran Kecamatan Payangan, 2 personel Babinsa Koramil 1616-07/Payangan, 5 personel Polsek Payangan, 12 personel BPBD Kabupaten Gianyar, 4 personel Damkar, kepala dusun, serta sekitar 10 warga setempat yang turut bergotong royong di lokasi kejadian.

Berkat kerja sama dan koordinasi yang solid, material longsor dan rumpun bambu berhasil disingkirkan sehingga jalur penghubung kembali normal dan dapat dilalui masyarakat. Meski demikian, Danramil Kapten Inf I Wayan Sudarmika mengimbau warga agar tetap berhati-hati saat melintas di lokasi, mengingat kondisi jalan masih licin dan rawan akibat sisa material serta kelembapan tanah pascahujan.

Kehadiran Koramil 1616-07/Payangan dalam penanganan bencana ini merupakan wujud nyata peran TNI dalam membantu masyarakat serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait. Semangat gotong royong yang ditunjukkan seluruh pihak diharapkan terus terjaga sebagai kekuatan utama dalam menghadapi potensi bencana alam di wilayah Payangan.

(Pendim 1616/Gianyar)

Aksi Cepat Aparat Gabungan Pulihkan Jalan Tertutup Longsor, Warga Diimbau Tetap Waspada

 

Gianyar - Payangan, Hujan deras yang mengguyur wilayah Payangan pada Rabu petang (25/2/2026) memicu terjadinya tanah longsor disertai tumbangnya rumpun bambu yang menutup badan jalan penghubung Banjar Melinggih menuju Desa Bukian. Merespons situasi darurat tersebut, Koramil 1616-07/Payangan di bawah pimpinan Danramil Kapten Inf I Wayan Sudarmika bergerak cepat bersama instansi terkait untuk melakukan penanganan dan membuka kembali akses vital warga.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.40 WITA itu menyebabkan jalur utama tertutup material tanah dan batang bambu akibat curah hujan tinggi serta kondisi tanah yang labil. Menyadari pentingnya jalur tersebut bagi mobilitas masyarakat, Danramil langsung mengoordinasikan pengerahan personel dan peralatan guna mempercepat proses evakuasi material longsor.

Kegiatan pembersihan melibatkan sinergi lintas instansi, antara lain 1 unit loader dari BPBD Kabupaten Gianyar, 1 unit mobil pemadam kebakaran Kecamatan Payangan, 2 personel Babinsa Koramil 1616-07/Payangan, 5 personel Polsek Payangan, 12 personel BPBD Kabupaten Gianyar, 4 personel Damkar, kepala dusun, serta sekitar 10 warga setempat yang turut bergotong royong di lokasi kejadian.

Berkat kerja sama dan koordinasi yang solid, material longsor dan rumpun bambu berhasil disingkirkan sehingga jalur penghubung kembali normal dan dapat dilalui masyarakat. Meski demikian, Danramil Kapten Inf I Wayan Sudarmika mengimbau warga agar tetap berhati-hati saat melintas di lokasi, mengingat kondisi jalan masih licin dan rawan akibat sisa material serta kelembapan tanah pascahujan.

Kehadiran Koramil 1616-07/Payangan dalam penanganan bencana ini merupakan wujud nyata peran TNI dalam membantu masyarakat serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait. Semangat gotong royong yang ditunjukkan seluruh pihak diharapkan terus terjaga sebagai kekuatan utama dalam menghadapi potensi bencana alam di wilayah Payangan.

(Pendim 1616/Gianyar)

Babinsa Hadir di Tengah Tradisi, Bulan Bahasa Bali VIII di Bukit Jangkrik Berjalan Kondusif

 

Gianyar – Samplangan, Rabu (25/2/2026) Di tengah arus modernisasi yang terus berkembang, semangat menjaga bahasa dan budaya Bali tetap menyala di Desa Adat Bukit Jangkrik, Kelurahan Samplangan. Dalam suasana penuh nilai tradisi tersebut, Babinsa Kelurahan Samplangan Koramil 1616-01/Gianyar, Serka I Komang Yudiartana, bersama Bhabinkamtibmas Aiptu Ida Bagus Made Suartana hadir untuk mendukung sekaligus memastikan keamanan dan kelancaran pelaksanaan Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026.

Mengusung tema “Atma Kerthi Udiana Purnaning Jiwa”, kegiatan ini menekankan pentingnya memuliakan bahasa, aksara, dan sastra Bali sebagai sarana penyucian jiwa dan pembentukan karakter masyarakat. Tema tersebut menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama demi menjaga identitas dan kearifan lokal Bali.

Acara dihadiri Bendesa Adat Bukit Jangkrik Kadek Juniarta, S.Kom., Kaling Bukit Jangkrik Wayan Regenanta, Kelihan Adat Wayan Sudira, prajuru adat, penyuluh Bahasa Bali Kelurahan Samplangan, tim juri dari Kecamatan Gianyar, serta peserta lomba yang terdiri dari krama istri (PKK) dan siswa-siswi tingkat SD. Kehadiran berbagai unsur masyarakat ini mencerminkan kuatnya dukungan terhadap pelestarian budaya daerah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, serta sambutan Bendesa Adat yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Selanjutnya digelar berbagai wimbakara, antara lain lomba menulis aksara Bali tingkat SD dan lomba mesatua Bahasa Bali oleh krama istri. Antusiasme peserta dan dukungan masyarakat menjadikan kegiatan berlangsung meriah dan penuh makna.

Usai perlombaan, tim juri melakukan penilaian dan evaluasi sebelum mengumumkan para pemenang dan menyerahkan hadiah kepada juara di masing-masing kategori. Momen tersebut menjadi bentuk apresiasi atas upaya peserta dalam menjaga dan mengembangkan budaya Bali.

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan ini tidak hanya sebagai unsur pengamanan, tetapi juga wujud kepedulian TNI terhadap pelestarian budaya lokal dan penguatan hubungan dengan masyarakat adat. Sinergi antara aparat kewilayahan dan warga diharapkan mampu menjaga tradisi leluhur tetap hidup serta menanamkan kecintaan budaya kepada generasi muda sebagai penerus bangsa.

(Pendim 1616/Gianyar)

Babinsa Bersama Warga Bukit Jangkrik Lestarikan Bahasa dan Sastra Bali Lewat Wimbakara

 

Gianyar – Samplangan, Rabu (25/2/2026) Di tengah arus modernisasi yang terus berkembang, semangat menjaga bahasa dan budaya Bali tetap menyala di Desa Adat Bukit Jangkrik, Kelurahan Samplangan. Dalam suasana penuh nilai tradisi tersebut, Babinsa Kelurahan Samplangan Koramil 1616-01/Gianyar, Serka I Komang Yudiartana, bersama Bhabinkamtibmas Aiptu Ida Bagus Made Suartana hadir untuk mendukung sekaligus memastikan keamanan dan kelancaran pelaksanaan Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026.

Mengusung tema “Atma Kerthi Udiana Purnaning Jiwa”, kegiatan ini menekankan pentingnya memuliakan bahasa, aksara, dan sastra Bali sebagai sarana penyucian jiwa dan pembentukan karakter masyarakat. Tema tersebut menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama demi menjaga identitas dan kearifan lokal Bali.

Acara dihadiri Bendesa Adat Bukit Jangkrik Kadek Juniarta, S.Kom., Kaling Bukit Jangkrik Wayan Regenanta, Kelihan Adat Wayan Sudira, prajuru adat, penyuluh Bahasa Bali Kelurahan Samplangan, tim juri dari Kecamatan Gianyar, serta peserta lomba yang terdiri dari krama istri (PKK) dan siswa-siswi tingkat SD. Kehadiran berbagai unsur masyarakat ini mencerminkan kuatnya dukungan terhadap pelestarian budaya daerah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, serta sambutan Bendesa Adat yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Selanjutnya digelar berbagai wimbakara, antara lain lomba menulis aksara Bali tingkat SD dan lomba mesatua Bahasa Bali oleh krama istri. Antusiasme peserta dan dukungan masyarakat menjadikan kegiatan berlangsung meriah dan penuh makna.

Usai perlombaan, tim juri melakukan penilaian dan evaluasi sebelum mengumumkan para pemenang dan menyerahkan hadiah kepada juara di masing-masing kategori. Momen tersebut menjadi bentuk apresiasi atas upaya peserta dalam menjaga dan mengembangkan budaya Bali.

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan ini tidak hanya sebagai unsur pengamanan, tetapi juga wujud kepedulian TNI terhadap pelestarian budaya lokal dan penguatan hubungan dengan masyarakat adat. Sinergi antara aparat kewilayahan dan warga diharapkan mampu menjaga tradisi leluhur tetap hidup serta menanamkan kecintaan budaya kepada generasi muda sebagai penerus bangsa.

(Pendim 1616/Gianyar)

Sinergi Aparat dan Adat, Bulan Bahasa Bali di Samplangan Berlangsung Aman dan Meriah

 

Gianyar – Samplangan, Rabu (25/2/2026) Di tengah arus modernisasi yang terus berkembang, semangat menjaga bahasa dan budaya Bali tetap menyala di Desa Adat Bukit Jangkrik, Kelurahan Samplangan. Dalam suasana penuh nilai tradisi tersebut, Babinsa Kelurahan Samplangan Koramil 1616-01/Gianyar, Serka I Komang Yudiartana, bersama Bhabinkamtibmas Aiptu Ida Bagus Made Suartana hadir untuk mendukung sekaligus memastikan keamanan dan kelancaran pelaksanaan Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026.

Mengusung tema “Atma Kerthi Udiana Purnaning Jiwa”, kegiatan ini menekankan pentingnya memuliakan bahasa, aksara, dan sastra Bali sebagai sarana penyucian jiwa dan pembentukan karakter masyarakat. Tema tersebut menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama demi menjaga identitas dan kearifan lokal Bali.

Acara dihadiri Bendesa Adat Bukit Jangkrik Kadek Juniarta, S.Kom., Kaling Bukit Jangkrik Wayan Regenanta, Kelihan Adat Wayan Sudira, prajuru adat, penyuluh Bahasa Bali Kelurahan Samplangan, tim juri dari Kecamatan Gianyar, serta peserta lomba yang terdiri dari krama istri (PKK) dan siswa-siswi tingkat SD. Kehadiran berbagai unsur masyarakat ini mencerminkan kuatnya dukungan terhadap pelestarian budaya daerah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, serta sambutan Bendesa Adat yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Selanjutnya digelar berbagai wimbakara, antara lain lomba menulis aksara Bali tingkat SD dan lomba mesatua Bahasa Bali oleh krama istri. Antusiasme peserta dan dukungan masyarakat menjadikan kegiatan berlangsung meriah dan penuh makna.

Usai perlombaan, tim juri melakukan penilaian dan evaluasi sebelum mengumumkan para pemenang dan menyerahkan hadiah kepada juara di masing-masing kategori. Momen tersebut menjadi bentuk apresiasi atas upaya peserta dalam menjaga dan mengembangkan budaya Bali.

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan ini tidak hanya sebagai unsur pengamanan, tetapi juga wujud kepedulian TNI terhadap pelestarian budaya lokal dan penguatan hubungan dengan masyarakat adat. Sinergi antara aparat kewilayahan dan warga diharapkan mampu menjaga tradisi leluhur tetap hidup serta menanamkan kecintaan budaya kepada generasi muda sebagai penerus bangsa.

(Pendim 1616/Gianyar)

Babinsa Samplangan Kawal Bulan Bahasa Bali, Budaya Lokal Kian Mengakar

 

Gianyar – Samplangan, Rabu (25/2/2026) Di tengah arus modernisasi yang terus berkembang, semangat menjaga bahasa dan budaya Bali tetap menyala di Desa Adat Bukit Jangkrik, Kelurahan Samplangan. Dalam suasana penuh nilai tradisi tersebut, Babinsa Kelurahan Samplangan Koramil 1616-01/Gianyar, Serka I Komang Yudiartana, bersama Bhabinkamtibmas Aiptu Ida Bagus Made Suartana hadir untuk mendukung sekaligus memastikan keamanan dan kelancaran pelaksanaan Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026.

Mengusung tema “Atma Kerthi Udiana Purnaning Jiwa”, kegiatan ini menekankan pentingnya memuliakan bahasa, aksara, dan sastra Bali sebagai sarana penyucian jiwa dan pembentukan karakter masyarakat. Tema tersebut menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama demi menjaga identitas dan kearifan lokal Bali.

Acara dihadiri Bendesa Adat Bukit Jangkrik Kadek Juniarta, S.Kom., Kaling Bukit Jangkrik Wayan Regenanta, Kelihan Adat Wayan Sudira, prajuru adat, penyuluh Bahasa Bali Kelurahan Samplangan, tim juri dari Kecamatan Gianyar, serta peserta lomba yang terdiri dari krama istri (PKK) dan siswa-siswi tingkat SD. Kehadiran berbagai unsur masyarakat ini mencerminkan kuatnya dukungan terhadap pelestarian budaya daerah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, serta sambutan Bendesa Adat yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Selanjutnya digelar berbagai wimbakara, antara lain lomba menulis aksara Bali tingkat SD dan lomba mesatua Bahasa Bali oleh krama istri. Antusiasme peserta dan dukungan masyarakat menjadikan kegiatan berlangsung meriah dan penuh makna.

Usai perlombaan, tim juri melakukan penilaian dan evaluasi sebelum mengumumkan para pemenang dan menyerahkan hadiah kepada juara di masing-masing kategori. Momen tersebut menjadi bentuk apresiasi atas upaya peserta dalam menjaga dan mengembangkan budaya Bali.

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan ini tidak hanya sebagai unsur pengamanan, tetapi juga wujud kepedulian TNI terhadap pelestarian budaya lokal dan penguatan hubungan dengan masyarakat adat. Sinergi antara aparat kewilayahan dan warga diharapkan mampu menjaga tradisi leluhur tetap hidup serta menanamkan kecintaan budaya kepada generasi muda sebagai penerus bangsa.

(Pendim 1616/Gianyar)

Pembinaan Sejak Dini, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Pantau Tes Psikologi 15 Peserta KKRI

 

Gianyar – Sukawati, Rabu (25/2/2026) Komitmen TNI AD dalam membina generasi muda yang berkarakter, tangguh, dan berjiwa kepemimpinan kembali ditunjukkan melalui pendampingan kegiatan tes psikologi peserta KKRI (Korp Kadet Republik Indonesia). Pgs. Danramil 1616-05/Sukawati Kapten Inf Karel Aldris P bersama Babinsa Desa Singapadu Kaler Serda I Wayan Sudiarta hadir langsung mendampingi pelaksanaan tes yang digelar oleh Tim Pusat Psikologi Angkatan Darat di SMK Werdhi Sila Kumara, Desa Singapadu Kaler, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.

Sebanyak 15 peserta KKRI mengikuti kegiatan ini dengan penuh disiplin dan kesungguhan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Sekolah SMK Werdhi Sila Kumara I Made Mandi, S.Sd., M.Pd., pendamping sekolah I Made Santika, serta Bhabinkamtibmas Desa Singapadu Kaler Aiptu I Gusti Made Rauh. Kehadiran unsur TNI, Polri, dan pihak sekolah mencerminkan sinergi kuat dalam mendukung pembinaan mental dan psikologis generasi muda di wilayah binaan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan absensi peserta, kemudian pada pukul 09.15 WITA pelaksanaan tes psikologi dipandu langsung oleh Tim Psikologi Angkatan Darat melalui Zoom Meeting. Tes dilaksanakan secara online dan serentak di wilayah Bali dan Nusa Tenggara dalam dua sesi pertemuan, sebagai bagian dari sistem pembinaan terpadu bagi calon kader bangsa.

Pgs. Danramil Kapten Inf Karel Aldris P menegaskan bahwa tes psikologi ini merupakan bagian penting dalam membentuk karakter, stabilitas emosi, serta kesiapan mental para peserta KKRI. “Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta mampu mengenali potensi diri, meningkatkan kepercayaan diri, serta menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan semangat bela negara,” ujarnya.

Pada pukul 11.20 WITA, seluruh rangkaian kegiatan tes psikologi dinyatakan selesai dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.

Pendampingan yang dilakukan oleh Danramil bersama Babinsa menjadi wujud nyata peran TNI AD dalam mendukung pendidikan karakter generasi muda sekaligus mempererat kemitraan dengan lembaga pendidikan.

Kehadiran aparat kewilayahan dalam kegiatan ini tidak hanya memastikan kelancaran pelaksanaan tes, tetapi juga menjadi bentuk perhatian dan dukungan nyata TNI AD terhadap pembinaan generasi muda di wilayah. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta KKRI semakin termotivasi untuk mengembangkan potensi diri, memperkuat karakter, serta menumbuhkan semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

(Pendim 1616/Gianyar)

TNI Hadir di Sekolah: Babinsa Singapadu Kaler Dukung Tes Psikologi Calon Kadet KKRI

 

Gianyar – Sukawati, Rabu (25/2/2026) Komitmen TNI AD dalam membina generasi muda yang berkarakter, tangguh, dan berjiwa kepemimpinan kembali ditunjukkan melalui pendampingan kegiatan tes psikologi peserta KKRI (Korp Kadet Republik Indonesia). Pgs. Danramil 1616-05/Sukawati Kapten Inf Karel Aldris P bersama Babinsa Desa Singapadu Kaler Serda I Wayan Sudiarta hadir langsung mendampingi pelaksanaan tes yang digelar oleh Tim Pusat Psikologi Angkatan Darat di SMK Werdhi Sila Kumara, Desa Singapadu Kaler, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.

Sebanyak 15 peserta KKRI mengikuti kegiatan ini dengan penuh disiplin dan kesungguhan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Sekolah SMK Werdhi Sila Kumara I Made Mandi, S.Sd., M.Pd., pendamping sekolah I Made Santika, serta Bhabinkamtibmas Desa Singapadu Kaler Aiptu I Gusti Made Rauh. Kehadiran unsur TNI, Polri, dan pihak sekolah mencerminkan sinergi kuat dalam mendukung pembinaan mental dan psikologis generasi muda di wilayah binaan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan absensi peserta, kemudian pada pukul 09.15 WITA pelaksanaan tes psikologi dipandu langsung oleh Tim Psikologi Angkatan Darat melalui Zoom Meeting. Tes dilaksanakan secara online dan serentak di wilayah Bali dan Nusa Tenggara dalam dua sesi pertemuan, sebagai bagian dari sistem pembinaan terpadu bagi calon kader bangsa.

Pgs. Danramil Kapten Inf Karel Aldris P menegaskan bahwa tes psikologi ini merupakan bagian penting dalam membentuk karakter, stabilitas emosi, serta kesiapan mental para peserta KKRI. “Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta mampu mengenali potensi diri, meningkatkan kepercayaan diri, serta menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan semangat bela negara,” ujarnya.

Pada pukul 11.20 WITA, seluruh rangkaian kegiatan tes psikologi dinyatakan selesai dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.

Pendampingan yang dilakukan oleh Danramil bersama Babinsa menjadi wujud nyata peran TNI AD dalam mendukung pendidikan karakter generasi muda sekaligus mempererat kemitraan dengan lembaga pendidikan.

Kehadiran aparat kewilayahan dalam kegiatan ini tidak hanya memastikan kelancaran pelaksanaan tes, tetapi juga menjadi bentuk perhatian dan dukungan nyata TNI AD terhadap pembinaan generasi muda di wilayah. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta KKRI semakin termotivasi untuk mengembangkan potensi diri, memperkuat karakter, serta menumbuhkan semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

(Pendim 1616/Gianyar)

Kapten Inf Karel Aldris bersama Babinsa Kawal Seleksi Psikologi KKRI di Singapadu Kaler

 

Gianyar – Sukawati, Rabu (25/2/2026) Komitmen TNI AD dalam membina generasi muda yang berkarakter, tangguh, dan berjiwa kepemimpinan kembali ditunjukkan melalui pendampingan kegiatan tes psikologi peserta KKRI (Korp Kadet Republik Indonesia). Pgs. Danramil 1616-05/Sukawati Kapten Inf Karel Aldris P bersama Babinsa Desa Singapadu Kaler Serda I Wayan Sudiarta hadir langsung mendampingi pelaksanaan tes yang digelar oleh Tim Pusat Psikologi Angkatan Darat di SMK Werdhi Sila Kumara, Desa Singapadu Kaler, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.

Sebanyak 15 peserta KKRI mengikuti kegiatan ini dengan penuh disiplin dan kesungguhan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Sekolah SMK Werdhi Sila Kumara I Made Mandi, S.Sd., M.Pd., pendamping sekolah I Made Santika, serta Bhabinkamtibmas Desa Singapadu Kaler Aiptu I Gusti Made Rauh. Kehadiran unsur TNI, Polri, dan pihak sekolah mencerminkan sinergi kuat dalam mendukung pembinaan mental dan psikologis generasi muda di wilayah binaan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan absensi peserta, kemudian pada pukul 09.15 WITA pelaksanaan tes psikologi dipandu langsung oleh Tim Psikologi Angkatan Darat melalui Zoom Meeting. Tes dilaksanakan secara online dan serentak di wilayah Bali dan Nusa Tenggara dalam dua sesi pertemuan, sebagai bagian dari sistem pembinaan terpadu bagi calon kader bangsa.

Pgs. Danramil Kapten Inf Karel Aldris P menegaskan bahwa tes psikologi ini merupakan bagian penting dalam membentuk karakter, stabilitas emosi, serta kesiapan mental para peserta KKRI. “Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta mampu mengenali potensi diri, meningkatkan kepercayaan diri, serta menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan semangat bela negara,” ujarnya.

Pada pukul 11.20 WITA, seluruh rangkaian kegiatan tes psikologi dinyatakan selesai dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.

Pendampingan yang dilakukan oleh Danramil bersama Babinsa menjadi wujud nyata peran TNI AD dalam mendukung pendidikan karakter generasi muda sekaligus mempererat kemitraan dengan lembaga pendidikan.

Kehadiran aparat kewilayahan dalam kegiatan ini tidak hanya memastikan kelancaran pelaksanaan tes, tetapi juga menjadi bentuk perhatian dan dukungan nyata TNI AD terhadap pembinaan generasi muda di wilayah. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta KKRI semakin termotivasi untuk mengembangkan potensi diri, memperkuat karakter, serta menumbuhkan semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

(Pendim 1616/Gianyar)

Danramil Sukawati Dampingi Tes Psikologi KKRI, Wujud Pembinaan Generasi Muda Berkarakter

 

Gianyar – Sukawati, Rabu (25/2/2026) Komitmen TNI AD dalam membina generasi muda yang berkarakter, tangguh, dan berjiwa kepemimpinan kembali ditunjukkan melalui pendampingan kegiatan tes psikologi peserta KKRI (Korp Kadet Republik Indonesia). Pgs. Danramil 1616-05/Sukawati Kapten Inf Karel Aldris P bersama Babinsa Desa Singapadu Kaler Serda I Wayan Sudiarta hadir langsung mendampingi pelaksanaan tes yang digelar oleh Tim Pusat Psikologi Angkatan Darat di SMK Werdhi Sila Kumara, Desa Singapadu Kaler, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.

Sebanyak 15 peserta KKRI mengikuti kegiatan ini dengan penuh disiplin dan kesungguhan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Sekolah SMK Werdhi Sila Kumara I Made Mandi, S.Sd., M.Pd., pendamping sekolah I Made Santika, serta Bhabinkamtibmas Desa Singapadu Kaler Aiptu I Gusti Made Rauh. Kehadiran unsur TNI, Polri, dan pihak sekolah mencerminkan sinergi kuat dalam mendukung pembinaan mental dan psikologis generasi muda di wilayah binaan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan absensi peserta, kemudian pada pukul 09.15 WITA pelaksanaan tes psikologi dipandu langsung oleh Tim Psikologi Angkatan Darat melalui Zoom Meeting. Tes dilaksanakan secara online dan serentak di wilayah Bali dan Nusa Tenggara dalam dua sesi pertemuan, sebagai bagian dari sistem pembinaan terpadu bagi calon kader bangsa.

Pgs. Danramil Kapten Inf Karel Aldris P menegaskan bahwa tes psikologi ini merupakan bagian penting dalam membentuk karakter, stabilitas emosi, serta kesiapan mental para peserta KKRI. “Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta mampu mengenali potensi diri, meningkatkan kepercayaan diri, serta menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan semangat bela negara,” ujarnya.

Pada pukul 11.20 WITA, seluruh rangkaian kegiatan tes psikologi dinyatakan selesai dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.

Pendampingan yang dilakukan oleh Danramil bersama Babinsa menjadi wujud nyata peran TNI AD dalam mendukung pendidikan karakter generasi muda sekaligus mempererat kemitraan dengan lembaga pendidikan.

Kehadiran aparat kewilayahan dalam kegiatan ini tidak hanya memastikan kelancaran pelaksanaan tes, tetapi juga menjadi bentuk perhatian dan dukungan nyata TNI AD terhadap pembinaan generasi muda di wilayah. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta KKRI semakin termotivasi untuk mengembangkan potensi diri, memperkuat karakter, serta menumbuhkan semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

(Pendim 1616/Gianyar)

Semangat Budaya Menggema di Batubulan Kangin, Babinsa Apresiasi Antusiasme Siswa

 

Gianyar – Sukawati, Rabu (25/2/2026) Komitmen dalam menjaga kelestarian budaya daerah kembali ditunjukkan aparat kewilayahan melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan Bulan Bahasa Bali. Babinsa Desa Batubulan Kangin Koramil 1616-05/Sukawati, Serka I Nengah Metra, bersama Bhabinkamtibmas Aiptu I Kadek Sukadana menghadiri undangan penyelenggaraan Lomba Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026 yang digelar di Wantilan SDN 1, 2, dan 3 Desa Batubulan Kangin, Kecamatan Sukawati.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Batubulan Kangin sebagai implementasi Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang penetapan bulan Februari sebagai Bulan Bahasa Bali, yang bertujuan melestarikan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali sebagai identitas budaya daerah.

Acara tersebut dihadiri oleh Perbekel Desa Batubulan Kangin I Wayan Alit Putra Atmaja, S.E., Sekretaris BPD yang mewakili Ketua BPD, para kepala sekolah SDN 1, 2, dan 3 Batubulan Kangin beserta dewan guru, para klian dinas se-Desa Batubulan Kangin, dewan juri, serta siswa-siswi peserta lomba yang tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan.

Rangkaian pembukaan diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, doa bersama, sambutan Perbekel Desa Batubulan Kangin, sambutan Ketua Panitia, hingga dimulainya perlombaan. Setelah proses penilaian oleh dewan juri, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan pemenang, penyerahan trofi dan piagam penghargaan, serta diakhiri dengan sesi foto bersama dalam suasana penuh kebanggaan dan kebersamaan.

Adapun lomba yang digelar meliputi Wimbakara Menyalin Aksara Bali, Wimbakara Masatua Bali, dan Karaoke Lagu Bali, yang menjadi wadah edukatif sekaligus sarana menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal.

Di sela kegiatan, Babinsa Serka I Nengah Metra menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai upaya nyata menjaga warisan budaya Bali. Ia menegaskan bahwa keterlibatan generasi muda dalam pelestarian bahasa dan aksara daerah merupakan fondasi penting dalam memperkuat jati diri bangsa di tengah arus globalisasi.

Kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi aparat kewilayahan dengan pemerintah desa dan lembaga pendidikan dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat di wilayah binaan.

(Pendim 1616/Gianyar)

Babinsa Dorong Generasi Muda Cintai Aksara dan Sastra Bali Melalui Bulan Bahasa Bali

 

Gianyar – Sukawati, Rabu (25/2/2026) Komitmen dalam menjaga kelestarian budaya daerah kembali ditunjukkan aparat kewilayahan melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan Bulan Bahasa Bali. Babinsa Desa Batubulan Kangin Koramil 1616-05/Sukawati, Serka I Nengah Metra, bersama Bhabinkamtibmas Aiptu I Kadek Sukadana menghadiri undangan penyelenggaraan Lomba Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026 yang digelar di Wantilan SDN 1, 2, dan 3 Desa Batubulan Kangin, Kecamatan Sukawati.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Batubulan Kangin sebagai implementasi Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang penetapan bulan Februari sebagai Bulan Bahasa Bali, yang bertujuan melestarikan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali sebagai identitas budaya daerah.

Acara tersebut dihadiri oleh Perbekel Desa Batubulan Kangin I Wayan Alit Putra Atmaja, S.E., Sekretaris BPD yang mewakili Ketua BPD, para kepala sekolah SDN 1, 2, dan 3 Batubulan Kangin beserta dewan guru, para klian dinas se-Desa Batubulan Kangin, dewan juri, serta siswa-siswi peserta lomba yang tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan.

Rangkaian pembukaan diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, doa bersama, sambutan Perbekel Desa Batubulan Kangin, sambutan Ketua Panitia, hingga dimulainya perlombaan. Setelah proses penilaian oleh dewan juri, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan pemenang, penyerahan trofi dan piagam penghargaan, serta diakhiri dengan sesi foto bersama dalam suasana penuh kebanggaan dan kebersamaan.

Adapun lomba yang digelar meliputi Wimbakara Menyalin Aksara Bali, Wimbakara Masatua Bali, dan Karaoke Lagu Bali, yang menjadi wadah edukatif sekaligus sarana menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal.

Di sela kegiatan, Babinsa Serka I Nengah Metra menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai upaya nyata menjaga warisan budaya Bali. Ia menegaskan bahwa keterlibatan generasi muda dalam pelestarian bahasa dan aksara daerah merupakan fondasi penting dalam memperkuat jati diri bangsa di tengah arus globalisasi.

Kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi aparat kewilayahan dengan pemerintah desa dan lembaga pendidikan dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat di wilayah binaan.

(Pendim 1616/Gianyar)

Babinsa Batubulan Kangin Hadiri Bulan Bahasa Bali VIII, Wujud Nyata Pelestarian Budaya Sejak Dini

 

Gianyar – Sukawati, Rabu (25/2/2026) Komitmen dalam menjaga kelestarian budaya daerah kembali ditunjukkan aparat kewilayahan melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan Bulan Bahasa Bali. Babinsa Desa Batubulan Kangin Koramil 1616-05/Sukawati, Serka I Nengah Metra, bersama Bhabinkamtibmas Aiptu I Kadek Sukadana menghadiri undangan penyelenggaraan Lomba Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026 yang digelar di Wantilan SDN 1, 2, dan 3 Desa Batubulan Kangin, Kecamatan Sukawati.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Batubulan Kangin sebagai implementasi Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang penetapan bulan Februari sebagai Bulan Bahasa Bali, yang bertujuan melestarikan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali sebagai identitas budaya daerah.

Acara tersebut dihadiri oleh Perbekel Desa Batubulan Kangin I Wayan Alit Putra Atmaja, S.E., Sekretaris BPD yang mewakili Ketua BPD, para kepala sekolah SDN 1, 2, dan 3 Batubulan Kangin beserta dewan guru, para klian dinas se-Desa Batubulan Kangin, dewan juri, serta siswa-siswi peserta lomba yang tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan.

Rangkaian pembukaan diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, doa bersama, sambutan Perbekel Desa Batubulan Kangin, sambutan Ketua Panitia, hingga dimulainya perlombaan. Setelah proses penilaian oleh dewan juri, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan pemenang, penyerahan trofi dan piagam penghargaan, serta diakhiri dengan sesi foto bersama dalam suasana penuh kebanggaan dan kebersamaan.

Adapun lomba yang digelar meliputi Wimbakara Menyalin Aksara Bali, Wimbakara Masatua Bali, dan Karaoke Lagu Bali, yang menjadi wadah edukatif sekaligus sarana menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal.

Di sela kegiatan, Babinsa Serka I Nengah Metra menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai upaya nyata menjaga warisan budaya Bali. Ia menegaskan bahwa keterlibatan generasi muda dalam pelestarian bahasa dan aksara daerah merupakan fondasi penting dalam memperkuat jati diri bangsa di tengah arus globalisasi.

Kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi aparat kewilayahan dengan pemerintah desa dan lembaga pendidikan dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat di wilayah binaan.

(Pendim 1616/Gianyar)

Bahu Membahu Babinsa dan Warga Buka Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Desa Taro

 

Gianyar – Tegallalang, Rabu (25/2/2026) Hujan berkepanjangan yang mengguyur wilayah Kecamatan Tegallalang memicu terjadinya tanah longsor yang menutup total jalan alternatif penghubung Banjar Puakan menuju Banjar Alas Pujung, Desa Taro. Dalam situasi darurat tersebut, Babinsa Desa Taro Koramil 1616-06/Tegallalang, Serda I Putu Widya Mahasena, hadir di tengah masyarakat untuk memimpin upaya penanganan dan memastikan keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama.

Material longsor dengan volume sekitar tinggi 6 meter dan lebar 8 meter menutup akses vital warga sejak pagi hari. Peristiwa pertama kali diketahui oleh saksi Ni Putu Linda (15), seorang pelajar yang hendak berangkat ke SMP N 2 Tegallalang sekitar pukul 06.30 WITA. Menyadari jalan yang biasa dilalui tertimbun longsor, ia segera menghubungi I Made Surya Wiguna (1998), sopir angkutan siswa, untuk melaporkan kondisi tersebut.

Menindaklanjuti laporan warga, pada pukul 11.00 WITA Serda I Putu Widya Mahasena bersama Bhabinkamtibmas Desa Taro Bripka I Made Wartu, didampingi krama adat Banjar Alas Pujung dan sekitar 50 warga, bergerak cepat menuju lokasi. Dengan menggunakan alat seadanya, mereka bergotong royong membersihkan material longsor demi membuka kembali akses jalan yang sangat penting bagi mobilitas warga, khususnya para pelajar.

Upaya penanganan berlangsung penuh semangat kebersamaan hingga akhirnya pada pukul 14.30 WITA proses pembersihan selesai dilaksanakan. Jalan alternatif yang sempat tertutup total kini telah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, sehingga aktivitas masyarakat berangsur kembali normal.

Dalam kesempatan tersebut, Babinsa Serda I Putu Widya Mahasena mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan akibat curah hujan yang masih tinggi. Ia juga mengajak warga agar segera melaporkan setiap tanda-tanda longsor maupun kerusakan infrastruktur demi percepatan penanganan.

“Keselamatan adalah yang utama. Kami mengimbau warga agar berhati-hati saat melintas di jalur rawan longsor dan selalu berkoordinasi dengan aparat setempat apabila menemukan kondisi berbahaya,” tegasnya.

Kehadiran Babinsa bersama aparat dan masyarakat dalam penanganan bencana ini menjadi bukti nyata sinergi dan kepedulian terhadap keselamatan lingkungan. Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Desa Taro diharapkan terus terjaga sebagai kekuatan utama dalam menghadapi setiap tantangan alam.

(Pendim 1616/Gianyar)

Sinergi TNI–Polri dan Warga, Babinsa Taro Berhasil Buka Jalan Tertimbun Longsor

 

Gianyar – Tegallalang, Rabu (25/2/2026) Hujan berkepanjangan yang mengguyur wilayah Kecamatan Tegallalang memicu terjadinya tanah longsor yang menutup total jalan alternatif penghubung Banjar Puakan menuju Banjar Alas Pujung, Desa Taro. Dalam situasi darurat tersebut, Babinsa Desa Taro Koramil 1616-06/Tegallalang, Serda I Putu Widya Mahasena, hadir di tengah masyarakat untuk memimpin upaya penanganan dan memastikan keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama.

Material longsor dengan volume sekitar tinggi 6 meter dan lebar 8 meter menutup akses vital warga sejak pagi hari. Peristiwa pertama kali diketahui oleh saksi Ni Putu Linda (15), seorang pelajar yang hendak berangkat ke SMP N 2 Tegallalang sekitar pukul 06.30 WITA. Menyadari jalan yang biasa dilalui tertimbun longsor, ia segera menghubungi I Made Surya Wiguna (1998), sopir angkutan siswa, untuk melaporkan kondisi tersebut.

Menindaklanjuti laporan warga, pada pukul 11.00 WITA Serda I Putu Widya Mahasena bersama Bhabinkamtibmas Desa Taro Bripka I Made Wartu, didampingi krama adat Banjar Alas Pujung dan sekitar 50 warga, bergerak cepat menuju lokasi. Dengan menggunakan alat seadanya, mereka bergotong royong membersihkan material longsor demi membuka kembali akses jalan yang sangat penting bagi mobilitas warga, khususnya para pelajar.

Upaya penanganan berlangsung penuh semangat kebersamaan hingga akhirnya pada pukul 14.30 WITA proses pembersihan selesai dilaksanakan. Jalan alternatif yang sempat tertutup total kini telah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, sehingga aktivitas masyarakat berangsur kembali normal.

Dalam kesempatan tersebut, Babinsa Serda I Putu Widya Mahasena mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan akibat curah hujan yang masih tinggi. Ia juga mengajak warga agar segera melaporkan setiap tanda-tanda longsor maupun kerusakan infrastruktur demi percepatan penanganan.

“Keselamatan adalah yang utama. Kami mengimbau warga agar berhati-hati saat melintas di jalur rawan longsor dan selalu berkoordinasi dengan aparat setempat apabila menemukan kondisi berbahaya,” tegasnya.

Kehadiran Babinsa bersama aparat dan masyarakat dalam penanganan bencana ini menjadi bukti nyata sinergi dan kepedulian terhadap keselamatan lingkungan. Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Desa Taro diharapkan terus terjaga sebagai kekuatan utama dalam menghadapi setiap tantangan alam.

(Pendim 1616/Gianyar)

Respon Sigap Babinsa Taro Atasi Longsor Akibat Hujan Deras, Mobilitas Pelajar Kembali Normal

 

Gianyar – Tegallalang, Rabu (25/2/2026) Hujan berkepanjangan yang mengguyur wilayah Kecamatan Tegallalang memicu terjadinya tanah longsor yang menutup total jalan alternatif penghubung Banjar Puakan menuju Banjar Alas Pujung, Desa Taro. Dalam situasi darurat tersebut, Babinsa Desa Taro Koramil 1616-06/Tegallalang, Serda I Putu Widya Mahasena, hadir di tengah masyarakat untuk memimpin upaya penanganan dan memastikan keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama.

Material longsor dengan volume sekitar tinggi 6 meter dan lebar 8 meter menutup akses vital warga sejak pagi hari. Peristiwa pertama kali diketahui oleh saksi Ni Putu Linda (15), seorang pelajar yang hendak berangkat ke SMP N 2 Tegallalang sekitar pukul 06.30 WITA. Menyadari jalan yang biasa dilalui tertimbun longsor, ia segera menghubungi I Made Surya Wiguna (1998), sopir angkutan siswa, untuk melaporkan kondisi tersebut.

Menindaklanjuti laporan warga, pada pukul 11.00 WITA Serda I Putu Widya Mahasena bersama Bhabinkamtibmas Desa Taro Bripka I Made Wartu, didampingi krama adat Banjar Alas Pujung dan sekitar 50 warga, bergerak cepat menuju lokasi. Dengan menggunakan alat seadanya, mereka bergotong royong membersihkan material longsor demi membuka kembali akses jalan yang sangat penting bagi mobilitas warga, khususnya para pelajar.

Upaya penanganan berlangsung penuh semangat kebersamaan hingga akhirnya pada pukul 14.30 WITA proses pembersihan selesai dilaksanakan. Jalan alternatif yang sempat tertutup total kini telah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, sehingga aktivitas masyarakat berangsur kembali normal.

Dalam kesempatan tersebut, Babinsa Serda I Putu Widya Mahasena mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan akibat curah hujan yang masih tinggi. Ia juga mengajak warga agar segera melaporkan setiap tanda-tanda longsor maupun kerusakan infrastruktur demi percepatan penanganan.

“Keselamatan adalah yang utama. Kami mengimbau warga agar berhati-hati saat melintas di jalur rawan longsor dan selalu berkoordinasi dengan aparat setempat apabila menemukan kondisi berbahaya,” tegasnya.

Kehadiran Babinsa bersama aparat dan masyarakat dalam penanganan bencana ini menjadi bukti nyata sinergi dan kepedulian terhadap keselamatan lingkungan. Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Desa Taro diharapkan terus terjaga sebagai kekuatan utama dalam menghadapi setiap tantangan alam.

(Pendim 1616/Gianyar)

Babinsa Bersama Warga Gotong Royong Tangani Longsor di Tegallalang, Keselamatan Jadi Prioritas

 

Gianyar – Tegallalang, Rabu (25/2/2026) Hujan berkepanjangan yang mengguyur wilayah Kecamatan Tegallalang memicu terjadinya tanah longsor yang menutup total jalan alternatif penghubung Banjar Puakan menuju Banjar Alas Pujung, Desa Taro. Dalam situasi darurat tersebut, Babinsa Desa Taro Koramil 1616-06/Tegallalang, Serda I Putu Widya Mahasena, hadir di tengah masyarakat untuk memimpin upaya penanganan dan memastikan keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama.

Material longsor dengan volume sekitar tinggi 6 meter dan lebar 8 meter menutup akses vital warga sejak pagi hari. Peristiwa pertama kali diketahui oleh saksi Ni Putu Linda (15), seorang pelajar yang hendak berangkat ke SMP N 2 Tegallalang sekitar pukul 06.30 WITA. Menyadari jalan yang biasa dilalui tertimbun longsor, ia segera menghubungi I Made Surya Wiguna (1998), sopir angkutan siswa, untuk melaporkan kondisi tersebut.

Menindaklanjuti laporan warga, pada pukul 11.00 WITA Serda I Putu Widya Mahasena bersama Bhabinkamtibmas Desa Taro Bripka I Made Wartu, didampingi krama adat Banjar Alas Pujung dan sekitar 50 warga, bergerak cepat menuju lokasi. Dengan menggunakan alat seadanya, mereka bergotong royong membersihkan material longsor demi membuka kembali akses jalan yang sangat penting bagi mobilitas warga, khususnya para pelajar.

Upaya penanganan berlangsung penuh semangat kebersamaan hingga akhirnya pada pukul 14.30 WITA proses pembersihan selesai dilaksanakan. Jalan alternatif yang sempat tertutup total kini telah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, sehingga aktivitas masyarakat berangsur kembali normal.

Dalam kesempatan tersebut, Babinsa Serda I Putu Widya Mahasena mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan akibat curah hujan yang masih tinggi. Ia juga mengajak warga agar segera melaporkan setiap tanda-tanda longsor maupun kerusakan infrastruktur demi percepatan penanganan.

“Keselamatan adalah yang utama. Kami mengimbau warga agar berhati-hati saat melintas di jalur rawan longsor dan selalu berkoordinasi dengan aparat setempat apabila menemukan kondisi berbahaya,” tegasnya.

Kehadiran Babinsa bersama aparat dan masyarakat dalam penanganan bencana ini menjadi bukti nyata sinergi dan kepedulian terhadap keselamatan lingkungan. Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Desa Taro diharapkan terus terjaga sebagai kekuatan utama dalam menghadapi setiap tantangan alam.

(Pendim 1616/Gianyar)

Gerak Cepat Babinsa Taro Pimpin Evakuasi Longsor, Akses Warga Puakan–Alas Pujung Kembali Terbuka

 

Gianyar – Tegallalang, Rabu (25/2/2026) Hujan berkepanjangan yang mengguyur wilayah Kecamatan Tegallalang memicu terjadinya tanah longsor yang menutup total jalan alternatif penghubung Banjar Puakan menuju Banjar Alas Pujung, Desa Taro. Dalam situasi darurat tersebut, Babinsa Desa Taro Koramil 1616-06/Tegallalang, Serda I Putu Widya Mahasena, hadir di tengah masyarakat untuk memimpin upaya penanganan dan memastikan keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama.

Material longsor dengan volume sekitar tinggi 6 meter dan lebar 8 meter menutup akses vital warga sejak pagi hari. Peristiwa pertama kali diketahui oleh saksi Ni Putu Linda (15), seorang pelajar yang hendak berangkat ke SMP N 2 Tegallalang sekitar pukul 06.30 WITA. Menyadari jalan yang biasa dilalui tertimbun longsor, ia segera menghubungi I Made Surya Wiguna (1998), sopir angkutan siswa, untuk melaporkan kondisi tersebut.

Menindaklanjuti laporan warga, pada pukul 11.00 WITA Serda I Putu Widya Mahasena bersama Bhabinkamtibmas Desa Taro Bripka I Made Wartu, didampingi krama adat Banjar Alas Pujung dan sekitar 50 warga, bergerak cepat menuju lokasi. Dengan menggunakan alat seadanya, mereka bergotong royong membersihkan material longsor demi membuka kembali akses jalan yang sangat penting bagi mobilitas warga, khususnya para pelajar.

Upaya penanganan berlangsung penuh semangat kebersamaan hingga akhirnya pada pukul 14.30 WITA proses pembersihan selesai dilaksanakan. Jalan alternatif yang sempat tertutup total kini telah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, sehingga aktivitas masyarakat berangsur kembali normal.

Dalam kesempatan tersebut, Babinsa Serda I Putu Widya Mahasena mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan akibat curah hujan yang masih tinggi. Ia juga mengajak warga agar segera melaporkan setiap tanda-tanda longsor maupun kerusakan infrastruktur demi percepatan penanganan.

“Keselamatan adalah yang utama. Kami mengimbau warga agar berhati-hati saat melintas di jalur rawan longsor dan selalu berkoordinasi dengan aparat setempat apabila menemukan kondisi berbahaya,” tegasnya.

Kehadiran Babinsa bersama aparat dan masyarakat dalam penanganan bencana ini menjadi bukti nyata sinergi dan kepedulian terhadap keselamatan lingkungan. Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Desa Taro diharapkan terus terjaga sebagai kekuatan utama dalam menghadapi setiap tantangan alam.

(Pendim 1616/Gianyar)

Babinsa Hadiri Penerimaan Mahasiswa KKN, Wujudkan Kolaborasi Kampus dan Masyarakat Desa

 

Gianyar – Sukawati, Rabu (25/2/2026) Sebagai wujud dukungan terhadap kegiatan pendidikan dan pengabdian masyarakat, Babinsa Desa Singapadu Kaler Koramil 1616-05/Sukawati, Serda I Wayan Sudiarta, bersama Bhabinkamtibmas Desa Singapadu Kaler Aiptu I Gusti Made Rauh menghadiri undangan penerimaan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mahasaraswati Denpasar Angkatan ke-49 Periode I Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Desa Singapadu Kaler, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.

Acara penerimaan mahasiswa KKN ini dihadiri oleh Perbekel Desa Singapadu Kaler, Ketua BPD, Ketua LPM, Bendesa Adat se-Singapadu Kaler, para Kelian Dinas se-Desa Singapadu Kaler, dosen pembimbing dari Unmas Denpasar, serta perangkat desa setempat. Kehadiran unsur aparat kewilayahan menunjukkan dukungan penuh terhadap sinergi antara dunia pendidikan dan masyarakat desa.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan Koordinator Desa mahasiswa KKN, sambutan Dosen Pembimbing, serta sambutan Perbekel Desa Singapadu Kaler. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyematan nametag secara simbolis kepada mahasiswa KKN Tematik Unmas Denpasar sebagai tanda resmi dimulainya masa pengabdian mereka di desa. Acara ditutup dengan sesi foto bersama dalam suasana penuh keakraban.

Babinsa Serda I Wayan Sudiarta menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa KKN di Desa Singapadu Kaler diharapkan mampu memberikan kontribusi positif melalui program kerja yang menyentuh kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan pemberdayaan desa.

Babinsa juga menegaskan kesiapan aparat kewilayahan untuk mendukung kelancaran kegiatan mahasiswa selama menjalankan pengabdian di wilayah binaan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang harmonis antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan desa yang inovatif, mandiri, dan berkelanjutan.

(Pendim 1616/Gianyar)